Bolehkah Suami Minum Air Susu Istri dan Apakah Menjadi Mahram? Ini Jawabannya

Bolehkah Suami Minum Air Susu Istri dan Apakah Menjadi Mahram? Ini Jawabannya
Ilstrasi. (inilah.com)
Senin, 21 November 2016 09:01 WIB
JAKARTA - Bolehkah suami meminum air susu istrinya dan apakah suami-istri menjadi mahram bila suami meminum air susu istrinya? Dua pertanyaan ini pasti sangat dibutuhkan jawabannya oleh umat Islam.

Para ulama membolehkan suami minum air susu istrinya jika memang dibutuhkan, misalnya untuk pengobatan. Akan tetapi, jika tidak ada kebutuhan, ulama di kalangan mazhab Hanafi berselisih pendapat. Ada yang mengatakan boleh dan ada yang me-makruh-kan.

Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/355) disebutkan tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan. Demikian keterangan dalam al-Qunyah

Dalam Fathul Qadir (3/446) disebutkan pertanyaan dan jawaban, bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.

Kesimpulan: Sikap yang lebih tepat adalah suami berusaha agar tidak minum susu istri dengan sengaja, karena dua hal: pertama, keluar dari perselisihan ulama. Karena ada sebagian yang melarang, meskipun hanya dihukumi makruh.

Kedua, perbuatan ini menyelisihi fitrah manusia.

Catatan: Suami yang pernah minum susu istrinya, tidaklah menyebabkan dirinya menjadi anak persusuan bagi istrinya.

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin mengatakan, "Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu masih usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum susu istrinya, maka si suami ini tidak kemudian menjadi anak sepersusuannya." (Fatawa Islamiyah, 3/338)

Allahu alam.***

Editor:sanbas
Sumber:inilah.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww