Samsung Masih Ragu-ragu Luncurkan Ponsel Lipat, Ini Alasannya...

Samsung Masih Ragu-ragu Luncurkan Ponsel Lipat, Ini Alasannya...
ilustrasi
Rabu, 16 November 2016 07:03 WIB
SAMSUNG Electronics selama ini disebut-sebut sedang menggarap ponsel yang bisa dilipat atau foldable phone. Meski begitu, kabarnya perusahaan ragu-ragu untuk memproduksinya secara massal.

"Samsung memang sudah mampu menggarap ponsel lipat secara massal mulai tahun depan. Namun tampaknya perusahaan tak yakin apakah permintaan pasar akan tinggi saat ponsel lipat hadir di pasaran," kata seorang sumber kepada Korea Herald seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (15/11/2016).

Sumber yang tak ingin disebut namanya itu menambahkan, "jika kondisi pasar banyak yang menginginkan, dibanding smartphone, kemungkinan Samsung akan menghadirkan tablet dengan layar panel menghadap ke luar."

Secara teknis, panel layar menghadap ke luar lebih berat dibandingkan panel layar yang menghadap ke dalam. Sebab dibutuhkan radius lebih besar untuk kelengkungan tersebut.

Sejauh ini, Samsung sangat berhati-hati untuk meluncurkan ponsel lipat lantaran khawatir adanya masalah teknis. Meski panel layar sudah bisa melengkung, masih ada beberapa bagian lain yang perlu diperhatikan, yakni baterai serta lembaran kaca.

Sedangkan sejumlah ahli mengatakan, banyak perusahaan teknologi kini telah siap menggarap perangkat lipat. Bulan lalu, Kolon Industries mengklaim telah berhasil memproduksi massal film polimida transparan yang disebut CPI. CPI bisa digunakan untuk menggantikan lembar kaca pada smartphone.

Karena itu, Kolon Industries disebut sebagai perusahaan global pertama yang mampu memproduksi massal komponen tersebut. Bahkan, perusahaan itu memberikan beberapa sampel untuk Samsung dan LG.

"Kolom mampu memproduksi 1 juta unit film sebagai contoh produksi pada tengah tahun kedua 2017," ujar analis Kyobo Securities Son Young-joo. Dengan demikian, sebenarnya Samsung bisa memproduksi perangkat lipat dalam jumlah kecil tahun depan.

Tak Perlu Baterai Lipat

Untuk baterai, meski unit Samsung SDI tak lagi memproduksi baterai lipat massal, ahli mengatakan bahwa hal itu tak menjadi masalah. Sebab baterai tak harus berbentuk fleksibel dan bisa dilipat.

"Baterai tetap bisa ditempatkan di sisi datar dibandingkan di bagian yang dilipat. Jika baterai harus ditempatkan di bagian yang dilipat, maka baterai juga harus bisa dilipat. Sementara saat ini teknologinya masih harus dikembangkan lebih lanjut," kata peneliti HI Investment & Securities Chung Won-seok.

Pengamat industri mengatakan, Samsung memang ragu untuk meluncurkan ponsel fleksibel yang bisa dilipat karena mengacu pada jumlah produksi dan permintaan pasar.

"Meski Kolon sudah mampu memproduksi film, hasil produksinya bakal rendah. Artinya keuntungannya akan lebih rendah. Samsung tak yakin apakah konsumen akan merogoh kocek untuk membeli sebuah perangkat fleksibel yang dapat dilipat," ujar pengamat industri.

Sementara itu, salah satu afiliasi Samsung Electronics mengatakan, berkaitan dengan masalah yang dialami Galaxy Note 7, Samsung kian waspada saat hendak meluncurkan produk baru.

Meskipun perusahaan Korea Selatan itu telah menunjukkan prototipe ponsel fleksibel yang bisa dilipat kepada dunia, perusahaan kini justru lebih fokus menggarap peranti lunak untuk Galaxy S8, salah satunya adalah asisten virtual dengan teknologi kecerdasan buatan.(lpc)

Editor:wawan k
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww