Ini Kronologi Ahli Tafsir Mesir yang Sudah Tiba di Jakarta, Namun Buru-buru Kembali dan Batal Jadi Saksi Ahok

Ini Kronologi Ahli Tafsir Mesir yang Sudah Tiba di Jakarta, Namun Buru-buru Kembali dan Batal Jadi Saksi Ahok
Syeikh Amr Al Wardani
Selasa, 15 November 2016 12:39 WIB

JAKARTA - Ulama Mesir Syekh Mustafa Amr Wardani tidak jadi menghadiri gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Syekh tersebut telah kembali ke Mesir dan batal menjadi saksi ahli dari pihak Ahok.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menjelaskan kronologi ketidakhadiran Syekh Wardani. Senin (14/11) kemarin, MUI menyampaikan surat kepada Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad untuk diteruskan kepada Grand Syaikh al Azhar dan Mufti Republik Arab Mesir Ahmad Thayyib di Kairo.

"Intinya MUI menolak kesaksian beliau sebagai ahli penistaan agama dengan berbagai alasan," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi seperti dilansir republika.co.id, Selasa (15/11).

Alasan tersebut di antaranya kesaksian Syekh Wardani akan menimbulkan eskalasi lebih dahsyat dan memunculkan pertentangan antarulama fuquha dan pimpinan masyarakat, serta menyulut fitnah bangsa Indonesia. "Itu juga bagian adu domba," kata dia.

Dari sisi politik, kesaksian tersebut sama saja mencampuri urusan politik dalam negeri orang lain. Muhyiddin mengatakan berdasarkan keterangan dari Moawad, Syekh Wardani diundang oleh salah satu lembaga di Indonesia yakni PDIP untuk ceramah. Syekh Wardani sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin kemarin.

Setelah menyampaikan surat ke Dubes Mesir, MUI juga berkoordinasi lewat kerabat-kerabatnya yang mengenal dengan Grand Syekh al Azhar dan langsung mengirimkan surat tersebut ke beliau. "Itu efektif. Syekh Al Azhar langsung memanggil Syekh Wardani pulang," kata Muhyiddin.

Dia pun menelepon Dubes Mesir untuk memastikan keberadaan Syekh Wardani. Dubes mengatakan bahwa Syekh Wardani sudah kembali ke Kairo.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak ada lagi orang asing yang datang ke Indonesia mengatasnamakan ahli dan mencampuri urusan dalam negeri orang lain. Biar masalah keagamaan ini menjadi urusan Indonesia, tidak perlu mengundang ahli dari luar," ujarnya. (rol)

Editor:wawan k
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww