Ngaku Dikenal di Seluruh Dunia, Bekas Istri Donald Trump Minta Dijadikan Duta Besar

Ngaku Dikenal di Seluruh Dunia, Bekas Istri Donald Trump Minta Dijadikan Duta Besar
Ivana Zelnickova
Senin, 14 November 2016 11:23 WIB
NEW YORK - Setelah bekas suaminya terpilih jadi Presiden Amerika Serikat, Ivana Trump mengaku siap mengabdi pada negaranya. 

"Aku hanya menyarankan, akan lebih baik jika aku jadi Duta Besar Republik Ceko," kata Ivana kepada New York Post.

"Karena dari negara itulah aku berasal, bahasa ibuku, dan semua orang tahu aku. Aku cukup terkenal di seluruh dunia, tak hanya di Amerika," katanya.

"Aku sudah menulis tiga buku dan diterjemahkan ke dalam 25 bahasa di 40 negara. Aku terkenal dengan nama Ivana, tak perlu aku menggunakan nama Trump," ujar Ivana seperti dikutip dari News.com.au, Senin (14/11/2016)

Ivana memang lahir di negara yang kala itu disebut Cekoslovakia. Dan nama gadisnya pun, Ivana Zelnickova.

Sosialita berusia 67 tahun itu adalah istri pertama Donald Trump, ibu dari Ivanka Trump.

Ia juga mewanti-wanti warga kawasan Midtown Manhattan akan mengalami peningkatan kemacetan. Karena, menurut dia, Donald tidak mau meninggalkan Trump Tower, meskipun Secret Service memintanya.

"Aku pikir ia tak akan pernah mau meninggalkan apartemennya di Trump Tower. Para residen yang tinggal di situ bakal tak nyaman, tapi yakin, ia akan berbuat sesuatu. Tapi aku pikir ia akan tinggal juga di Gedung Putih," tutur Ivana.

"Itu karena, Trump Tower dan town house-ku di New York jauh lebih baik daripada Gedung Putih," kata Ivana sambil tertawa.

Ivana juga 'meramal' Air Force One nantinya adalah pesawat pribadi Donald Trump yang seharga USS 100 juta.

"Aku pikir ia akan mempertahankan pesawat pribadinya. Ia sangat senang dengan kapal terbangnya itu," tuturnya.

Menurut Ivana, Trump yang tak senang dengan ide harus bepergian.

"Donald juga menyukai anggur Prancis. Selama kampanye 18 bulan itu merupakan waktu bepergian paling banyak di sepanjang hidupnya," klaim Ivana.

Sosialita itu memprediksi Trump akan melanjutkan liburannya di Palm Beach, Florida, klub mewahnya Mar-a-Lago.

Ivana menjelaskan, bekas suaminya itu akan menghabiskan waktu main golf.

Puncak dari pemilihan presiden berakhir dan Trump sebagai pemenangnya. Ivana merasa ia sedikit lega dengan hal itu.

Namun, ia mengaku kesal dengan New York Times yang memintanya untuk membuka dokumen perceraiannya dengan Trump 26 tahun lalu.

"Mereka mencoba mencari kejelekan Donald. Aku tak mau diwawancara New York Times dan CNN. Mereka sudah memintaku 100 kali. Dan aku jawab tidak," katanya.

Ivana tak yakin apakah anaknya dari Trump--Donald Jr, Ivanka dan Erik-- akan berada di kabinet. Namun ia mengakui antara suami Ivanka, Jared Kushner, dan Trump memiliki hubungan dekat.

Ada kemungkinan Kushner akan menjadi kepala menteri.

Sementara anak-anaknya yang dewasa telah siap dengan sorotan ayahnya, Ivana merasa simpati dengan Melania dan Baron.

"Baron masih 10 tahun dan semua baru untuknya. Ia harus mengganti sekolahnya dan teman baru. Akan menjadi transisi besar untuknya," kata Ivana.

Ditanya bagaimana rasanya tak bisa jadi first lady, Ivana menjawab ia bahagia menjadi warga sipil biasa.

"Aku tak iri pada Melania karena dia sekarang harus beres-beres menyiapkan pakaian dan segalanya," ujar Ivana.(lpc)

Editor:wawan k
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww