Kehabisan Uang dalam Pelarian, Pembunuh Guru SMA Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Kehabisan Uang dalam Pelarian, Pembunuh Guru SMA Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi
ilustrasi
Minggu, 13 November 2016 08:05 WIB
BANDUNG - Jajaran Reskrim Polrestabes Bandung akhirnya menangkap IW (28), buron penusuk guru pada Agustus lalu. Pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini menyerahkan diri di restoran cepat saji di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

IW merupakan tersangka penusuk guru olahraga di SMA Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung, Tatang Wiganda (39) pada Senin 22 Agustus lalu. Dua dari tiga tersangka HWS dan RSG sebelumnya telah ditangkap.

"Jumat (11/11) pukul 22.30 di restoran cepat saji di Bundaran Cibiru telah menyerahkan diri satu orang DPO(daftar pencarian orang) tersangka kasus tindak pidana pembunuhan, pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia atas nama Tatang Wiganda," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (12/11/2016).

Dia menuturkan, kronologis IW selama dua bulan lebih menjadi buruan kepolisian. Setelah turut mengeroyok korban Tatang dengan menghantamkan helm pada korban, tersangka ini melarikan diri ke kawasan Jatihandap, Bandung untuk bertemu temannya.

"Saat itu tersangka tidak mempunyai firasat kalau korban meninggal dunia karena dirinya berpikir masalah tersebut sudah selesai," ujar Yusri.

Namun beberapa saat kemudian, informasi tewasnya Tatang menyebar ke tukang ojek di kawasan Jatihandap dan sampailah ke telinganya. Saat itu tersangka ketakutan dan langsung melarikan diri ke Subang menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio. Tapi dalam perjalanan tersangka ini justru balik arah.

"Tersangka berpikir kembali dan balik kanan ke arah timur yaitu ke arah Garut. Di Garut uang tersangka habis dan menggadaikan motor ke orang yang baru ditemuinya senilai Rp 1,5 juta," kata Yusri. Duit tersebut kemudian tersangka pakai untuk melarikan diri ke Tasikmalaya, Pangandaran, dan Banjar.

"Di sana ada sekitar 75 hari," terangnya. Selama pelarian itu unit Reskrim Polsek Kiaracondong mengendus jejak pelaku melalui rekaman komunikasi dengan rekaman tersangka lainnya.

"Kami mendapatkan informasi dan komunikasi melalui media sosial Facebook, melalui rekan tersangka," tandasnya.

Akhirnya tersangka lewat komunikasi dengan rekannya mau mengakui kesalahan dan menyerahkan diri. "Untuk menyerahkan diri tersangkalah yang menjanjikan akan ke Bandung sendiri dan memberitahu tempat lokasi penjemputan dan ternyata disepakati tempat di restoran cepat saji di Cibiru," katanya. Tersangka tiba di Bandung pada Jumat (11/11) pukul 21.30.

"Tanpa perlawanan tersangka akhirnya bisa diamankan dan dibawa ke Polsek Kiaracondong untuk penyidikan lebih lanjut," ucap Yusri.

Sebelumnya diberitakan Tatang tewas di tangan tiga tersangka usai benda tajam dan tumpul dihujamkan pada tubuh korban. Motif penganiayaan menyebabkan tewas ini terjadi gara-gara senggolan yang terjadi di sekitaran Cicaheum. Pelaku yang di antaranya merupakan preman terminal saat kejadian tengah berada di bawah pengaruh alkohol.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww