Ini Pimpinan Dunia yang Ucap Selamat kepada Trump, Termasuk Putin

Ini Pimpinan Dunia yang Ucap Selamat kepada Trump, Termasuk Putin
Presiden Rusia dan Presiden terpilih AS Donald Trump. [Getty Image]
Kamis, 10 November 2016 08:43 WIB
JAKARTA - Donald Trump memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) mengalahkan Hillary Clinton. Sejumlah pimpinan atau kepala negara menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump, termasuk Presiden Joko Widodo dan saingan utama AS yaitu Presiden Rusia.

Ucapan selamat kepada Presiden Terpilih AS Donald Trump datang dari Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Dia berharap yang terbaik atas terpilihnya Trump dan juga untuk rakyat AS.

"Kami mengucapkan selamat dan harapan yang terbaik untuk presiden terpilih Donald Trump dan rakyat Amerika," tulis Sheikh Mohammed lewat akun Twitter resminya @HHShkMohd seperti dilihat detikcom, Rabu (9/11/2016).

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong juga mengucapkan selamat kepada Trump lewat akun media sosialnya. Singapura siap bekerja sama dengan Amerika di bawah kepemimpinan Trump.

"Singapura menghormati sepenuhnya keputusan mereka (rakyat AS). Kami akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menumbuhkan ikatan yang kuat," ucapnya. 

Tak ketinggalan, Presiden Rusia Vladimir Putin merasa senang Trump terpilih menjadi Presiden AS. Dilansir Reuters, Rabu (9/11/2016) Putin menyampaikan selamat kepada Trump lewat telegram. Dia disebut sebagai pemimpin dunia pertama yang mengucapkan selamat kepada Trump.

"Putin menyatakan harapan untuk bekerja sama memulihkan krisis hubungan antara Rusia-Amerika dan juga untuk menekan isu internasional dan mencari respons yang efektif terhadap tantangan keamanan global," tulis pihak Kremlin.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengucapkan selamat. Dia yakin bahwa dirinya dan Trump bisa bekerja sama untuk membawa hubungan AS-Israel ke tingkat yang baru.

"Presiden terpilih Trump adalah teman sejati Negara Israel, dan saya menantikan untuk bekerja sama dengan dia untuk memajukan keamanan, stabilitas dan perdamaian di wilayah kami," demikian disampaikan Netanyahu dalam statemen ucapan selamat kepada Trump seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (9/11/2016).

Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull telah berupaya untuk meyakinkan warganya bahwa hubungan Australia dengan AS akan tetap "kuat dan dekat" menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang ke-45.

"Perdana menteri dan presiden, anggota kongres dan senator silih berganti, tetapi kepentingan bangsa terus berlanjut dan persekutuan antara Australia dan Amerika Serikat diatur dalam kepentingan nasional kedua negara," tuturnya seperti dilansir dari Australia Plus ABC pada Rabu (9/11/2016).

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan juga ucapan selamat kepada presiden terpilih, Donald Trump. Obama yang selama ini berkampanye untuk pesaing Trump, Hillary Clinton, rencananya akan mengundang konglomerat itu ke Gedung Putih guna membicarakan transisi pemerintahan.

"Saya berbicara dengan presiden terpilih Trump tadi malam, mengucapkan selamat dan mengundangnya ke Gedung Putih. Semua orang sedih ketika sisi mereka kalah dalam pemilu. Tapi sehari setelahnya, kita harus ingat kita sebenarnya berada di tim yang sama," ungkap Obama di Gedung Putih, Rabu (9/11) waktu setempat.

Tak mau ketinggalan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengucapkan selamat atas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS. Jokowi mengajak Trump untuk melanjutkan kerja sama dengan Indonesia.

"Hasil pemilihan presiden tersebut mencerminkan kehendak rakyat Amerika Serikat. Saya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Donald Trump dan Indonesia siap untuk melanjutkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat," ujar Jokowi di Tangerang, Banten, Rabu (9/11/2016). 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww