Terkait Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok, Pernyataan Aa Gym Ini Sangat Menyentuh Jiwa

Terkait Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok, Pernyataan Aa Gym Ini Sangat Menyentuh Jiwa
KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym memunguti sampah-sampah massa aksi damai bela Islam di depan gereja Katedral, 4 November. (republika)
Rabu, 09 November 2016 19:08 WIB
JAKARTA - Ulama kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym menghadiri acara Indonesian Lawyer Club di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (9/11) malam. Video pernyataan Aa Gym soal dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi viral di media sosial karena dianggap sangat menyentuh jiwa.

"Sesudah ini kita bersyukur dan bangga, terutama yang aksi, jangan dianggap musuh, ini aset bagi negeri kita. Terluka hatinya tapi enggak membalas dengan merusak, dengan begitu indahnya, tidak ada yang dirugikan. Mereka aset. Yang mereka minta bukan negara dan harta, kita hanya minta adil, itu yang kita rindukan," kata Aa Gym.

Ia menjelaskan banyak orang yang merasa aneh bagaimana bisa mengumpulkan orang sebanyak ini saat demo 4 November 2016 lalu. Ia kira bahkan tidak ada partai atau tokoh yang mampu mengumpulkan orang sebanyak itu.

Ia pun berfikir kenapa ia juga mau ikut bergerak dan ikut demo, padahal sebelumnya ia kurang tertarik dengan aksi-aksi unjuk rasa. Setelah ia periksa, ternyata ada rasa dan hati yang sakit terkait denga pernyataan Ahok soal surah Al Maidah ayat 51.

Aa Gym mengilustrasikan ustaz dan ulama mengajarkan agar umat Islam tidak memakan daging babi karena haram dan dasarnya ada di surah Al Maidah ayat 3. Lalu kemudian ada pedagang babi atau pembeli babi yang mengatakan jangan mau dibohongin pakai Al Maidah ayat 3.

"Wah, jadi heran kita nih. Ini siapa? Kenapa ngomong-ngomong Al Maidah. Kalau suka makan babi, silakan saja. Tapi ini wilayah yang beda. Ustaz-ustaz yang ngajarin dianggap bohong. Kenapa Al Maidah dianggap alat kebohongan?" ujarnya.

"Kalau mau kampanye, so silakan. Tapi kalau mengatakan dibohongi, ada ulama yang berbohong, Alquran berbohong. Makanya Aa milih demo. Saya merasa pribadi, ini masalah penting, besar dan sensitif tapi responsnya agak telat. Presiden juga enggak mengeluarkan statement apapun," jelasnya.

Ia mengatakan hal seperti ini, lanjutnya, karena mengetahui di lapisan bawah. Dan benar saja, sekejap diumumkan, banyak yang ikut. Kita saja ada seribu orang, kalau tidak ditahan-tahan mungkin ada 10 ribu orang.

Orang yang mau menyumbang juga banyak. Bahkan ada tukang ojek yang ikut menyumbang dan ada seorang bapak yang menyumbang karena tidak bisa ikut unjuk rasa karena harus mengantarkan anaknya sekolah. Sumbangan ini pun surplus dan bingung mau diapakan lebihnya, padahal bus dan makanan sudah dibayarkan.

"Kita hanya minta adil. Kalau nggak ingin terjadi lagi, adil ditegakkan, biar jadi pembelajaran," tegasnya.

"Kita sebentar lagi mati, jabatan tidak akan lama. Kalau berjuang dari ego, jabatan, tidak ada apa-apanya, sebentar lagi juga pensiun. Jadi saya sangat berharap seluruh yang menyimak, harus ngaca diri. Semoga kita bisa berubah, semakin matang, bisa menyelesaikan masalah dengan adil dan bijaksana," imbaunya.***

Editor:sanbas
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww