Setelah Meninggal, Kemaluan Pria Ini Tetap 'Berdiri', Selama Hidup Ternyata . . . .

Setelah Meninggal, Kemaluan Pria Ini Tetap Berdiri, Selama Hidup Ternyata . . . .
ilustrasi jenazah. (dream)
Rabu, 02 November 2016 21:00 WIB
KUALALUMPUR - Seorang pria sudah meninggal, namun kemaluannya tetap 'berdiri'. Kisah aneh ini diceritakan seorang ustaz dalam ceramahnya baru-baru ini.

Dilansir dari eberita.org, alkisah di sebuah desa ada seorang pria yang meninggal secara mendadak, namun kemaluannya tak turun. Pria ini, selama hidupnya disebut doyan perempuan meskipun sudah memiliki 4 istri.

Di balik kebiasaan buruk itu, si pria ternyata juga memiliki ilmu sihir untuk memperkuat energi batin.

Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, menghukum si mayat dengan kemaluan tak turun sebagai teguran kepada manusia yang melihat.

Kejadian ini terungkap sewaktu keluarga memandikan mayat sampai mengkafani dan membaca Yasin. Alat vital si mayat masih tidak turun juga.

Konon, orang yang mengamalkan ilmu ini memiliki kemampuan luar biasa. Selain memiliki kemampuan berhubungan badan, kemaluan juga tidak merasa sakit bila dipukul dengan benda apapun.

Jadi, jika mengenali siapa pun yang memakai ilmu ini, usahakan jangan dijadikan teman atau diajak bertandang ke rumah. Ini berbahaya untuk anggota keluarga perempuan.

Terjadi 'Death Erection'

Jika dilihat dari sudut pandang medis, kemaluan mayat pria yang tak bisa turun itu dikarenakan death erection. Fenomena ini terjadi jika orang itu meninggal karena gantung diri.

Saat meninggal dalam kondisi seperti itu, jantung akan berhenti berfungsi dan darah akan turun ke bagian bawah tubuh karena tarikan gravitasi. Darah kemudian memasuki saluran darah ala vital hingga menyebabkan ereksi.

Death erection juga dapat terjadi dengan sebab yang lain seperti tercekik (asphyxiation), kematian mendadak, atau keracunan.

Seperti yang pernah terjadi, seorang mayat pria ditemukan di apartemennya dengan kondisi duduk dan kemaluannya 'hidup'. 

Konon, dalam posisi mati seperti ini darah akan mengalir ke titik terendah setelah jantung berhenti dan menyebabkan edema atau bengkak.

Jika seorang meninggal dalam posisi tegak lurus seperti gantung diri, darah yang tidak bisa lagi bergerak ke bawah karena kaki sudah penuh menyebabkan alat vital yang terdiri dari jaringan ereksi, diisi dengan darah dan berkembang. Itulah yang kemudian disebut dengan death erection.***

Editor:sanbas
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww