Turki Pecat Lagi 10 Ribu Pegawai dan Tutup 15 Media

Turki Pecat Lagi 10 Ribu Pegawai dan Tutup 15 Media
Pasukan khusus Turki menangkap 11 buronan yang terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada bulan lalu, di provinsi Mugla, Turki, 1 Agustus 2016. REUTERS/Kenan Gurbuz
Senin, 31 Oktober 2016 10:01 WIB
ANKARA - Pemerintah Turki memecat lagi 10 ribu pegawai negeri dan menutup 15 media yang dituding terkait dengan organisasi teroris binaan ulama Fethullah Gulen, yang kini tinggal di Amerika Serikat. Gulen dituding sebagai dalang kudeta yang gagal Juli lalu.

Lebih dari 100 ribu orang telah dipecat atau diskors. Lebih dari 37 ribu ditangkap sejak kudeta yang gagal. Tindakan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mencerabut para pendukung Gulen di jajaran aparatur negara.

Ribuan akademisi, guru, pekerja kesehatan, penjaga penjara, pakar forensik dicopot dari jabatan mereka melalui dua dekrit eksekutif yang dipubikasikan Official Gazette, Sabtu, 29 Oktober 2016 sore.

Baca: Rangkaian Serangan Bom Guncang Baghdad, 17 Tewas

Kalangan oposisi menggambarkan langkah tersebut sebagai kudeta itu sendiri. Pemberangusan yang terus berlangsung menimbulkan kekhawatiran soal fungsi negara.

"Apa yang dilakukan pemerintah dan Erdogan saat ini adalah kudeta langsung terhadap aturan hukum dan demokrasi," kata Sezgin Tanrikulu, anggota parlemen dari oposisi utama Partai Rakyat Republikan (CHP), lewat tayangan Periscope yang diposting di akun Twitter-nya.

Dekrit memerintahken penutupan 15 surat kabar, kantor berita dan majalah, yang melaporkan dari wilayah Kurdi di tenggara. Hingga total jumlah media yang ditutup sejak darurat militer yang berlaku sejak Juli mencapai hampir 160 outlet media.

Presiden Tayyip Erdogan juga menghapus hak universitas untuk memilih rektornya sendiri. Mulai saat ini Erdogan akan menunjuk rektor-rektor dari kandidat yang dinominasikan Dewan Pendidikan Tinggi Turki.

Baca: Jet Tempur Saudi Bom Penjara di Yaman, Puluhan Tewas

Editor:Kamal Usandi
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww