Korban Tewas Pembantaian di Akpol Pakistan Jadi 59 Orang

Korban Tewas Pembantaian di Akpol Pakistan Jadi 59 Orang
Balochistan Police College, lokasi pembantaian oleh lima pria bersenjata terhadap puluhan taruna polisi Pakistan, semalam (24/10/2016). Foto/REUTERS/Naseer Ahmed
Selasa, 25 Oktober 2016 13:14 WIB
QUETTA - Korban tewas dalam serangan lima pria bersenjata di akademi kepolisian (Akpol) di Quetta, Pakistan, telah bertambah menjadi 59 orang termasuk tiga pelaku serangan. Militer Pakistan pada Selasa (25/10/2016) menyatakan lebih dari 200 sandera berhasil diselamatkan.


Pada Senin malam, lima pria bersenjata AK-47 dan granat menyerang Akpol Pakistan. Mereka membantai puluhan kadet atau taruna polisi. Lebih dari 100 taruna terluka.

Beberapa jam setelah serangan mengerikan itu, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Data 59 jiwa korban tewas itu dikonfirmasi pejabat kesehatan Pakistan yang dikutipReuters. Media Pakistan, Karachi Post, dalam laporannya juga menyebut korban tewas sudah mencapai lebih dari 50 orang.

”Empat puluh delapan mayat telah dibawa ke rumah sakit,” kata Wasim Beg, dokter senior di Rumah Sakit Sipil Quetta kepada Reuters sebelum pejabat setempat memperbarui data korban tewas menjadi 59 jiwa.

(Baca: Lima Pria Bersenjata Serang Akpol Pakistan, 33 Taruna Dibantai)

Otoritas keamanan Pakistan membenarkan, tiga dari total korban tewas adalah pelaku yang dinyatakan sebagai teroris.Polisi dan pasukan militer Pakistan sampai saat ini masih mengepung lokasi kejadian.

Tak lama setelah pembantaian terhadap puluhan taruna berlangsung, pasukan khusus Pakistan menggelar operasi. Mereka mengevakuasi banyak taruna polisi dari Balochistan Police College, tempat di mana para pria bersenjata melakukan penyanderaan.

”Lima sampai enam teroris menerobos ke akademi dari sisi belakang,” kata juru bicara pemerintah daerah setempat, Anwar ul-Haq Kakar. “Para penyerang kemudian langsung pergi ke asrama akademi, di mana sekitar 200-250 calon polisi ditempatkan,” ujarnya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww