Ini Penyebab Puluhan Pesawat Lenyap Misterius di Segitiga Bermuda

Ini Penyebab Puluhan Pesawat Lenyap Misterius di Segitiga Bermuda
Ilmuwan menyebut 'bom udara' jadi penyebab puluhan pesawat dan ratusan kapal lenyap misterius di Segitiga Bermuda. [Foto/REUTERS]
Minggu, 23 Oktober 2016 20:06 WIB
COLORADO - Selama berabad-abad banyak teori bermunculan atas misteri di balik tragedi di Segitiga Bermuda, di mana lebih dari 75 pesawat dan ratusan kapal lenyap misterius. Kini, seorang ilmuwan memiliki jawaban soal penyebab tragedi misterius di Segitiga Bermuda.

Dr Steve Miller, ahli satelit meteorologi dari Colorado State University, memperkirakan bahwa awan heksagonal lebih 1,3 juta km persegi (500.000 mil persegi) yang membentang di antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico, dapat menciptakan angin besar berkecepatan 170 mph. 

Angin besar ini, kata Miller, menciptakan “bom udara” yang menimbulkan ledakan udara mematikan yang dapat merobohkan pohon, kapal hingga pesawat.

Jawaban misteri Segitiga Bermuda dari Miller ini muncul setelah menganalisis citra satelit NASA. Dari hasil analisis itu, dia menemukan awan berbentuk segi enam yang membentang 240 km dari lepas pantai Florida dan Bahama.

Miller yang berbicara kepada Science Channel, mengatakan bahwa bentuk awan di Segitiga Bermuda tidak memiliki ujung yang lurus. ”Anda tidak biasanya melihat ujung awan yang lurus,” kata Miller. ”Sebagian besar waktu, awan terbentuk acak dalam distribusinya,” katanya lagi.

“Bom udara” yang tercipta dari awan heksagonal raksasa itu, ujar Miller, bisa jadi jawaban mengapa begitu banyak pesawat dan kapal hilang misterius di Segitiga Bermuda.

Para peneliti pernah meneliti awan dengan bentuk yang mirip di kawasan lepas pantai Inggris di Laut Utara. Awan heksagonal yang membawa angin berkecepatan hingga 160 kph dapat menciptakan gelombang lebih tinggi dari 14 meter.

”Jenis-jenis bentuk (awan) heksagonal di atas lautan dasarnya adalah ‘bom udara’,” kata Dr Randy Cerveny dari University of Arizona.

”Itu dibentuk oleh apa yang disebut microbursts dan ledakan udaranya menghantam laut dan kemudian menciptakan gelombang yang kadang-kadang dapat muncul dalam ukuran besar dan mulai berinteraksi satu sama lain,” ujar Cerveny, yang dikutip semalam (22/10/2016). 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww