Presiden Duterte Ingin Bebaskan Filipina dari Belenggu AS

Presiden Duterte Ingin Bebaskan Filipina dari Belenggu AS
Presiden Filipina Duterte. [FOTO notey.com]
Jum'at, 07 Oktober 2016 11:47 WIB
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte ingin membebaskan negaranya dari “belenggu ketergantungan” Amerika Serikat (AS), di mana sekutu Manila itu tak bisa lagi menjamin kedaulatan Filipina ketika berada di bawah ancaman. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay.

Duterte ingin meninjau kembali kebijakan luar negeri Filipina dan tidak akan tunduk pada tuntutan dan kepentingan AS.

”Melepaskan diri dari belenggu ketergantungan secara efektif mengatasi kedua ancaman keamanan internal dan eksternal telah menjadi keharusan dalam mengakhiri pengabdian bangsa kita untuk kepentingan Amerika Serikat,” kata Yasay, dalam sebuah posting di Facebook.

Yasay mengatakan, dalam krisis Laut China Selatan, AS tidak bisa menjamin akan membantu Filipina melindungi kedaulatannya. ”Pasukan pertahanan kami tetap mampu dalam mengatasi ancaman keamanan yang kami hadapi dari musuh potensial, belum lagi dampak stagnan mereka pada pembangunan kami,” ujar Yasay, seperti dikutipReuters, Jumat (7/10/2016).

Presiden Duterte dalam beberapa hari terakhir telah mengumbar retorika ketidaksukaannya pada AS. Retorika mulai disuarakan Duterte ketika AS mengkritik perang narkoba di Filipina yang menewaskan ribuan orang dalam pembunuhan di luar hukum.

Pada hari Senin lalu, Duterte mengatakan Presiden AS Barack Obama “pergilah ke neraka” karena AS terus menyuarakan keprihatinan tentang perang narkoba yang dikobarkan Duterte. Kemudian, pada hari Kamis kemarin, Duterte mengatakan bahwa AS dan Uni Eropa harus menarik bantuannya untuk Filipina jika mereka tidak senang dengan tindakan kerasnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, mengatakan AS menyadari retorika dari Duterte. Kirby mengatakan dalam briefing di Washington bahwa bantuan AS ke Filipina yang dimulai pada 1 Oktober mencapai USD180 juta.

”Kami tetap berkomitmen, komitmen sangat nyata kami dari perspektif keamanan untuk Filipina,” katanya. ”Apa yang kita fokuskan sekarang adalah upaya bantuan yang berada di tempat dan memastikan bahwa itu menguntungkan orang-orang Filipina dan telah sesuai dengan hukum dan peraturan AS,” katanya.


Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww