Kapolsek Gantung Diri di Mapolsek, Diduga Terkait Utang Rp250 Juta Setelah Gagal Masukkan Anak Polisi Secaba Polri

Kapolsek Gantung Diri di Mapolsek, Diduga Terkait Utang Rp250 Juta Setelah Gagal Masukkan Anak Polisi Secaba Polri
Ilustrasi. (poskotanews)
Kamis, 06 Oktober 2016 08:08 WIB
JAKARTA - Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman ditemukan tewas di ruang kerjanya dengan kondisi tergantung menggunakan tali plastik. Korban diduga bunuh diri.

Polisi masih mendalami penyebab kematian Kapolsek Karangsambung tersebut. "Latar belakang peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan Bidang Propam Polda Jawa Tengah," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2016).

"Sementara tentang isu itu sedang didalami back ground atau motif yang bersangkutan melakukan bunuh diri itu masih dalam pendalaman dan pemeriksaan oleh Bidang Propam," sambungnya.

Isu yang dimaksud adalah soal informasi beredar yang menyebut latar belakang aksi nekat itu karena utang sekitar Rp250 juta kepada anggota Polsek Buayan, Aiptu Sudiman. Anak Aiptu Sudiman mengikuti Secaba Polri dengan fasilitator Ipda Nyariman dengan syarat sejumlah uang tersebut.

Ternyata anak Aiptu Sudiman tidak lolos dan ia menagih uang tersebut. Perundingaan pun terjadi dan Ipda Nyariman berjanji akan mengganti, namun setelah masuk ruangan ternyata tidak kunjung keluar dan sudah ditemukan tewas.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova membenarkan informasi tersebut. Ipda Nyariman ditemukan tewas sekira pukul 11.00 WIB siang tadi oleh anggotanya setelah dua jam tidak keluar dari ruangan.

"Benar, kronologis kejadian, almarhum pada pukul 09.00 memasuki ruangannya dan tidak keluar lagi pukul 11.00. Dari polsek merasa curiga dan membuka paksa ruangan Kapolsek dan didapati Ipda Nyariman yang menjabat Kapolsek Karangsambung meninggal dunia gantung diri dengan seutas tali," kata Djarod, Rabu (5/10/2016).***

Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww