Cuitan Twitter Bocah Allepo Hebohkan Dunia

Cuitan Twitter Bocah Allepo Hebohkan Dunia
Bana Alabed
Selasa, 04 Oktober 2016 11:34 WIB
ALEPPO -  "Selamat sore dari Aleppo," tulisnya. "Saya membaca untuk melupakan perang." Itulah kalimat pertama yang ditulis Bana Alabed, gadis cilik berumur tujuh tahun mengunggah fotonya di Twitter seminggu yang lalu. Dia terlihat sedang duduk dengan buku di mejanya, serta boneka di belakangya.

Bana mencurahkan hatinya untuk Aleppo. Kota kedua terbesar di Suriah yang sedang konflik  panjang negara itu. Terjadinya perang antara pemberontak dengan pasukan pemerintah. Cuitan Bana ditulis dalam Inggris yang dibantu ibunya seorang guru.

Bana terlihat dengan adik-adik lelakinya,  Mohamed yang berusia lima tahun, dan Noor usia  tiga tahun, dengan tulisan 'menggambar bersama adik-adik sebelum pesawat (tempur) datang'. dan juga tulisan  'Kami membutuhkan ketenangan untuk menggambar'.

Dalam video pendeknya, ketiga anak Aleppo ini  sedang bersama di kamar tidur. Disitu Bana mengatakan sambil tertawa dan memeluk saudara-saudaranya, "Kami akan hidup selamanya bersama-sama. " kata Bana.

Akun Twitter @alabedbana sudah mengumpulkan ribuan pengikut dalam beberapa hari terakhir."Bom-bom itu menghantam rumah di depan kami, seperti yang Anda lihat," bunyi salah satu tulisannya yang  disertai dengan sebuah foto buram dari bangunan yang hancur. "Nyawa saya bisa melayang kapan saja dengan bom-bom di sini."

Ibu Bana, Fatemah dilansir BBC mengatakan, putrinya benar-benar ingin dunia mendengar suara kami. Kata Bana kepada ibunya, "Ibu, mengapa tak seorang pun membantu kita?'"

Sejumlah cuitannya menantang kenyamanan. Tapi Bana, yang sudah kehilangan temannya dalam pemboman sebuah rumah di dekatnya, sudah begitu banyak terpapar kekejaman perang. "Ia melihat semuanya di sini," kata Fatemah. "Ia melihat temannya tewas, dan rumahnya dibom. Ia juga melihat sekolahnya dibom. Jadi hal itu mempengaruhi dirinya."

Fatemah mengatakan negara mereka dilanda krisis kekurangan pangan yang meluas. Persediaan makanan untuk keluarganya pun sudah habis. Putranya, Noor yang berusia tiga tahun jatuh sakit baru-baru ini, dan ia membawanya ke rumah sakit, namun mereka memberitahu sudah tidak ada obat yang tersisa. Meski Noor sudah sehat tapi ia terus mengganggu perbincangan di telepon karena ia ingin memeluk ibunya.

Seiring banyaknya yang menjadi pengikut akun twitter itu, Fatemah mengatakan banyak yang menuduhnya menjalankan akun palsu, atau memanfaatkan putrinya untuk propaganda.

Cuitan-cuitannya tentang presiden Suriah Bashar al-Assad dan presiden Rusia Vladimir Putin, adalah yang paling banyak dikritik Sedangkan yang lainnya mempertanyakan kemampuan bahasa Inggris gadis cilik asal Suriah yang berusia tujuh tahun ini.

Sebuah cuitan terakhirnya,  "Saya sangat takut saya akan mati malam ini. Bom-bom itu akan membunuh saya sekarang - Bana."

Editor:Kamal Usandi
Sumber:jurnas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww