Duterte: China dan Rusia Dukung Filipina Kritik AS

Duterte: China dan Rusia Dukung Filipina Kritik AS
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. | (REUTERS)
Senin, 03 Oktober 2016 14:39 WIB
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa ia menerima dukungan dari Rusia dan China saat menyampaikan komplain kepada mereka tentang Amerika Serikat (AS).

Dukungan dua negara tersebut menunjukkan hubungan China dan Rusia dengan AS semakin rapuh. Menurut Presiden Duterte, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev setuju dengannya saat ia mencaci maki Presiden AS. Hal itu disampaikan Medvedev di sela-sela pertemuan puncak para pemimpin dunia di Laos bulan lalu.

"Saya bertemu dengan Medvedev, saya mengungkapkan kepada Anda (warga Filipina) sekarang," kata Duterte dalam pidatonya. "Saya mengatakan kepada Medvedev tentang AS: Mereka (Pemerintah AS) memberi saya waktu yang sulit, mereka tidak menghargai saya, mereka tidak tahu malu” ujar Duterte.

"Dia (Medvedev) mengatakan "Beginilah AS sebenarnya. " Dia mengatakan, “Kami akan membantu Anda". Terkait hal ini, Duterte tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang ia keluhkan tentang AS.

Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Senin (3/10/2016). Kemarahan Duterte terhadap AS semakin memuncak sejak Presiden AS Barack Obama mengkritik Duterte terkait perang obat terlarang di Filipina.

Usai Duterte mencaci Obama, Gedung Putih langsung membatalkan pertemuan antara kedua pemimpin negara di Laos. Selain Rusia, Duterte mengatakan ia telah menyampaikan keluhan tentang AS kepada China.

Negeri Tirai Bambu itu mengatakan Filipina tidak akan mendapat banyak manfaat dengan berpihak pada AS. Kendati demikian, tidak jelas siapa pejabat China yang mengatakan hal tersebut.
Sebelumnya, Duterte berulang kali mengatakan bahwa ia akan membuat aliansi baru dengan China dan Rusia terutama dalam hal perdagangan dan komersial. Ini adalah sebagai bagian dari kebijakan luar negeri Filipina yang bersifat independen.

Bahkan, sejumlah sumber mengonfirmasi bahwa delegasi bisnis Filipina bersama Duterte akan melakukan kunjungan ke Beijing pada 19-21 Oktober.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww