Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
14 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
12 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
4
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
12 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
5
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
15 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
12 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
Ilustrasi angin kencang. (republika.co.id)
Minggu, 23 Februari 2020 11:35 WIB
PADANG - Angin panas dan kering berkecepatan 60 kilometer per jam menerjang Kota Padang, Padangpariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Pariaman, Padangpanjang, Agam, Pesisir Selatan, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari Liputan6.com, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, angin ini berasal dari pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

Kepala BMKG Minangkabau, Sukimin menjelaskan, fenomena angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer.

''Kecepatan angin mencapai 300 knots per jam,'' kata Sukimin kepada Liputan6.com, Sabtu (22/2/2020).

Hasil pengamatan udara lapisan atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadinya proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan.

''Hal itu menyebabkan suhu di sebagian wilayah Sumbar terasa panas,'' katanya.

BMKG memerkirakan angin kencang masih akan melanda Sumbar hingga dua hari ke depan. BMKG pun mengimbau agar masyarakat mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh angin kencang tersebut.

''Angin sekencang ini bisa saja menyebabkan pohon tumbang,'' ujarnya.

Selain itu kelembaban udara yang cenderung kering disertai angin yang kencang meningkatkan kemudahan potensi kebakaran. BMKG menyebutkan dengan kondisi seperti itu, percepatan sebaran kebakaran lahan akan meningkat.

''Jangan membakar sampah di lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan,'' ujar Sukimin. ***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www