DPRD Bekasi Menduga 3.000 TKA Ilegal Asal China Bekerja di Proyek Meikarta

DPRD Bekasi Menduga 3.000 TKA Ilegal Asal China Bekerja di Proyek Meikarta
Tenaga kerja asing asal China. (sindonews.com)
Selasa, 11 Februari 2020 15:58 WIB
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menduga sekitar 3.000 tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang.

Dikutip dari sindonews.com, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto mengatakan, keberadaan ribuan TKA ilegal asal China di proyek Meikarta itu diketahui saat Pemerintah Kabupaten Bekasi dan DPRD melakukan pemeriksaan kesehatan para WNA yang bekerja di Kabupaten Bekasi. Pemeriksaan itu terkait wabah virus corona.

''Saat ke Meikarta kami temukan ribuan TKA asal China bekerja di Meikarta secara ilegal,'' katanya di Bekasi, Selasa (11/2/2020).

Menurut dia, saat proses pemeriksaan pihak Meikarta seperti menyembunyikan para TKA China tersebut. Sebab, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan hanya ada 260 TKA China di proyek Meikarta. Begitu juga data dari Kantor Imigrasi. Bahkan saat pemeriksaan virus corona hanya 100 TKA China saja yang berada di mess.

Kemungkinan TKA China lainnya sudah kabur ke hotel maupun ke lokasi lain. Namun, kata dia, berdasarkan data Disnaker itu ada 260 TKA China di Meikarta.

''Tapi mereka ngaku hanya ada 7. Tapi berdasarkan prediksi dan investigasi jumlahnya bisa mencapai 3.000,'' ungkapnya.

Budiyanto menjelaskan, Meikarta tengah membangun 15 tower, sehingga tidak mungkin jika hanya dikerjakan oleh 10 atau 260 TKA saja.

''Ini prediksi dan investigasi, Meikarta ini lagi bangun 15 tower, nah hitung aja masa 10 orang yang kerjain. Saya juga kan cari info. Satu tower itu bisa dikerjakan 200 orang,'' jelasnya.

Budiyanto mendesak Meikarta membuka diri, sebab jika benar ada ribuan TKA China, artinya masih banyak dari mereka yang belum dilakukan pemeriksaan virus corona.

Dia menegaskan, terlepas persoalan TKA China ilegal, seluruh TKA China yang ada di Meikarta harus segera dilakukan pemeriksaan, karena adanya kekhawatiran warga atas penyebaran virus corona.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan Tenaga Kerja Asing (TKA) China di wilayahnya bebas virus corona. Hal itu menyusul atas upaya pemeriksaan dan pengecekan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi.

''Saya berani jamin di Kabupaten Bekasi aman, termasuk di perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, saat dikonfirmasi, Senin (10/2/2020).

Menurut dia, pengecekan terhadap WNA asal China dilakukan bersama Dinas Kesehatan, hasilnya negatif.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww