Giliran Inggris dan Rusia Disasar Virus Corona

Giliran Inggris dan Rusia Disasar Virus Corona
Petugas kesehatan yang menangani pasien terinfeksi virus corona di Wuhan. (sindonews.com)
Jum'at, 31 Januari 2020 22:20 WIB
JAKARTA - Wabah virus corona terus meluas ke berbagai negara. Yang terbaru, giliran Inggris dan Rusia disasar virus mematikan tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, kasus pertama virus corona di Inggris diumumkan langsung Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty.

Dalam sebuah pernyataan, Whitty mengatakan, kedua pasien itu sekarang dalam perawatan National Health Service (NHS).

''Kami dapat mengkonfirmasi bahwa dua pasien di Inggris, yang merupakan anggota dari keluarga yang sama, telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona,'' kata Whitty.

''Para pasien menerima perawatan spesialis NHS, dan kami menggunakan prosedur pengendalian infeksi yang telah dicoba dan diuji untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut,'' sambungnya seperti dikutip dari CNBC, Jumat (31/1/2020).

Whitty menambahkan bahwa timnya bekerja dengan cepat untuk mengidentifikasi kontak yang dimiliki pasien guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Meski begitu, tidak ada informasi yang mengungkapkan asal pasien.

Pernyataan itu mengatakan NHS di Inggris telah mempersiapkan menghadapi kasus virus coron baru di Inggris dan telah mengambil langkah-langkah untuk meresponsnya.

''Kami terus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan komunitas internasional ketika wabah di China berkembang untuk memastikan kami siap untuk semua kemungkinan,'' pernyataan itu menambahkan.

Saat ini unit karantina khusus untuk pelancong yang kembali ke Inggris dari provinsi Hubei di China sedang didirikan di Barat Laut Inggris.

Dua Kasus di Rusia

Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatiana Golikova mengatakan, dua kasus pertama virus corona di Rusia terjadi di wilayah Zabaikalsky dan di wilayah Tyumen.

''Kondisi dua pasien yang terinfeksi virus Corona di Rusia - keduanya berkebangsaan Cina - stabil, tanpa manifestasi klinis atau suhu tinggi,'' kata Dinas Federal untuk Pengawasan Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan (Rospotrebnadzor) seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (31/1/2020).

Tatiana Golikova juga mengatakan bahwa Rusia akan mengevakuasi warganya dari provinsi Hubei China. Menurut informasi awal, saat ini, ada 300 warga Rusia di Wuhan, sementara 341 lainnya tinggal di bagian lain dari provinsi Hubei.

Awal pekan ini, WHO mengumumkan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atas wabah virus corona baru yang diberi nama nCov-2019.

Menurut pernyataan Komisi Kesehatan Nasional China pada 30 Januari, lebih dari 9.600 kasus pneumonia yang dikonfirmasi disebabkan oleh tipe baru virus corona dikonfirmasi terjadi di 31 provinsi. Sementara 213 orang tercatat telah meninggal karena infeksi virus tersebut, dan lebih dari 1.500 masih dalam kondisi kritis.

Virus corona baru ini pertama kali dilaporkan Desember lalu, dengan sumbernya diyakini berada di pasar makanan laut di Wuhan China. Sejak itu infeksi telah menyebar ke setidaknya 20 negara.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww