Sekolah Dirudal di Suriah, 8 Orang Tewas, Termasuk 5 Anak-anak

Sekolah Dirudal di Suriah, 8 Orang Tewas, Termasuk 5 Anak-anak
Para warga di Idlib berjalan di sekitar bangunan yang hancur akibat dibombardir pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad. (sindonews.com)
Rabu, 25 Desember 2019 09:58 WIB
DAMASKUS - Delapan orang tewas setelah rudal menghantam sebuah sekolah di Idlib, Suriah. Lima diantara delapan korban tewas merupakan anak-anak.

Dikutip dari sindonews.com, belum jelas pasukan siapa yang melakukan serangan mematikan pada Selasa tersebut. Namun, tentara rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menggempur wilayah Idlib dalam beberapa pekan terakhir.

Mengutip laporan Al Jazeera, Rabu (25/12/2019), bangunan sekolah yang dihantam rudal berada di desa Jobas, dekat kota Saraqeb, provinsi Idlib selatan. Idlib merupakan basis terakhir pemberontak Suriah.

Para pengamat dan aktivis melaporkan pasukan rezim Suriah juga mengepung pos pengamatan Turki di Idlib, namun sejauh ini belum menyerang.

Ads

Para aktivis pro-oposisi mengatakan lebih dari 40 desa di Idlib selatan kini berada di bawah kendali pemerintah Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa sekitar 60.000 orang telah melarikan diri dari daerah itu, menuju selatan, setelah pemboman meningkat awal bulan ini. Ribuan lainnya telah melarikan diri lebih jauh ke utara menuju perbatasan Turki dalam beberapa hari terakhir.

Para aktivis menyalahkan Rusia, sekutu utama Presiden Assad, atas serangan rudal hari Selasa yang menghantam sekolah di desa Jobas. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, lima anak-anak dan seorang wanita termasuk di antara yang tewas.

Jurnalis Suriah, Hussein Khattab, juga melaporkan jumlah korban tewas sebanyak delapan orang.

Pasukan Suriah telah bergerak menuju kota Maarat al-Numan yang dikuasai pemberontak. Kota ini menghubungkan Damaskus dengan kota utara Aleppo.

Pasukan Assad bertekad untuk membuka kembali jalan raya strategis di kota penghubung itu, yang telah ditutup oleh pemberontak sejak 2012.

Observatorium mengatakan pasukan Suriah sekarang berada sekitar empat kilometer (2,5 mil) dari Maarat al-Numan. Mereka bergerak dari timur dan telah mengepung pos pengamatan Turki di dekat desa Surman.

Pemerintah Turki mengatakan pihaknya sedang berbicara dengan Rusia dengan tujuan mencapai gencatan senjata baru setelah peningkatan pemboman di provinsi Idlib.

''Kami dengan cermat mengikuti proses untuk mengakhiri serangan, dan serangan ini harus segera berakhir dan dilaksanakan di bawah gencatan senjata baru,'' kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. ''Ini harapan utama kita dari pihak Rusia.''

Turki adalah pendukung kuat pemberontak Suriah dan memiliki 12 pos pengamatan di Suriah barat laut sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi tahun lalu dengan Rusia. Pos dekat Surman adalah pos yang kedua yang telah dikepung pasukan Suriah sepanjang tahun ini.

Dalam upaya mereka menuju Maarat al-Numan, pasukan Suriah merebut desa Jarjanaz, markas kelompok al-Qaeda.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww