Bahasamu Membunuhku

Jum'at, 20 Desember 2019 23:26 WIB
Bahasamu Membunuhku

Oleh: Nada Salsabila

BAHASA adalah alat komunikasi yang sehari-hari kita gunakan. Pengertian dari bahasa sendiri juga sangat banyak. Menurut KBBI, bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri, juga merupakan perkataan yang baik, tingkah laku yang baik, serta tutur kata yang santun yang mencerminkan sifat seseorang. Sedangkan secara umum, bahasa adalah alat untuk berkomunikasi dengan manusia yang lainnya, menggunakan tanda, seperti kata dan gerakan.

 

Bahasa pertama kali yang kita ketahui adalah bahasa ibu, atau bahasa yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahasa daerah kita masing-masing. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka pengetahuan dan kognitifnya juga semakin berkembang dan bertambah, sehingga kemampuan berbahasanya juga semakin bertambah. Seperti mulai mengenal bahasa negara sendiri, mengenal bahasa asing (Inggris, Jepang, China, Korea, dan lain sebagainya).

Dalam psikologi kognitif, perkembangan bahasa seseorang mencerminkan abstraksi yang unik sebagai landasan kognisi seseorang. Pemprosesan bahasa adalah sebuah komponen yang sangat penting dalam penyampaian informasi berfikir dan juga dalam pemecahan suatu permasalahan (Solso, dkk, 2008).

Kita menyadari, bahwa bahasa atau kata-kata yang kita gunakan sangat mempengaruhi kognitif dan tingkah laku seseorang, baik itu yang berdampak positif maupun berdampak negatif. Begitu juga sebaliknya, bahasa yang digunakan oleh orang lain kepada kita juga sangat mempengaruhi kognitif kita.

Banyak fenomena yang terjadi saat ini, saat kita sudah merasa sangat dekat dengan orang lain, sehingga kita dapat menggunakan bahasa yang seenaknya saja dan kadang juga menyakiti hati orang itu. Ada juga orang yang tak mengenal kita, namun ia menggunakan bahasa yang membuat kita terpuruk. Misalnya saja pembullyan yang sedang marak terjadi saat ini. Mereka menggunakan kata-kata yang memberikan pengaruh negatif terhadap seseorang, yang membuatnya menjadi sangat terpuruk. Bahkan ada juga yang menyakiti dengan kata-kata, juga menyakiti secara fisik, seperti memukul, menampar, dan kontak fisik lainnya.

Bukan hanya itu, saat ini juga banyak tentang Body Shaming atau tentang penampilan fisik seseorang. Banyak orang yang mengatakan gendut, jelek, pendek, pesek, dan lain sebagainya yang membuat seseorang merasa tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri dan tampil didepan orang lain. Mereka sebenarnya juga tidak menghendaki bentuk tubuh yang seperti itu, tapi mereka mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka dalam bentuk yang sempurna. Mungkin mereka juga sudah berusaha untuk tampil menarik seperti kita, namun masih ada saja yang salah di mata kita.

Mungkin kita tidak menyadari apa yang telah kita lakukan, namun bagaimana dengan orang yang kita bully? Dampaknya sangat besar, seperti ia akan merasa sangat tertekan, cemas, takut, ia juga tak berani untuk bertemu dengan orang lain dan bersosialisasi lagi, ia menutup dirinya, bahkan ada juga yang sudah tak tahan lagi dengan tekanan yang ia alami, sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Itu dampak yang sangat fatal sekali. Padahal kita tahu, bahwa masih banyak pencapaian yang ingin ia lakukan, banyak hal positif yang ingin ia berikan. Tetapi karena kata dan tindakan kita yang negatif, membuat ia mengakhiri hidupnya.

Di sini siapa yang bisa disalahkan? Didikan orangtua? Atau pengaruh lingkungan? Atau diri kita sendiri? Entahlah, yang jelas mulai saat ini, berikanlah kata-kata yang positif terhadap orang lain, berikan pengaruh positif dan dorongan yang pisitif agar ia juga bisa memberikan pengaruh positif dan nilai-nilai positif pada orang banyak. Mulailah dari diri kita sendiri terlebih dahulu, baru berikan pengaruh yang baik untuk orang lain, sehingga hidup kita aman, tentram tanpa ada lagi orang yang tersakiti akibat perkataan dan tindakan negatif yang kita berikan. ***

* Nada Salsabila, mahasiswi semester 3 UIN Imam Bonjol, Padang

Editor:arie rh
Kategori:Ragam
wwwwww