Tidur Usai Sahur Bisa Sebabkan Stroke, Asam Lambung Naik, Diare dan . . . .

Tidur Usai Sahur Bisa Sebabkan Stroke, Asam Lambung Naik, Diare dan . . . .
Ilustrasi. (pasjabar)
Jum'at, 10 Mei 2019 11:15 WIB
JAKARTA - Bagi Anda yang punya kebiasaan langsung tidur usai sahur, mulai saat ini harus menghentikannya. Sebab, tidur usai sahur ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dikutip dari grid.id yang melansir dari tribunstyle.com, setelah makanan masuk ke perut, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi.

Sistem pencernaan kita perlu setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi sari makanan.

Jika kamu tidur, hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak dan paru-paru.

Maka, tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja mencerna makanan.

Karena hal itu, makanan yang sudah dikonsumsi jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Masih dikutip dari sumber yang sama, berikut risiko kesehatan yang bisa kamu hadapi jika langsung tidur setelah sahur.

1. Asam lambung naik

Hindari kebiasaan tidur setelah sahur jika punya penyakit maag.

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan kesulitan mencerna makanan yang masuk.

Hal ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, salah satunya adalah asam lambung naik.

Apabila makanan tidak dicerna dengan baik, lambung akan meningkatkan produksi asam lambung.

Ketika tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung, sehingga asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan.

Hal itu dapat menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

2. Diare atau sembelit

Tidur setelah makan akan melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama 'berdiam diri' dalam perut.

Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.

3. GERD atau Refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu.

4. Stroke

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan sulit untuk mencerna makanan.

Hal itu berarti lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya.

Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tertidur.

Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini membuat otak bisa kekurangan oksigen.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa mengalami stroke.

Teori lainnya mengatakan bahwa risiko stroke akibat langsung tidur setelah makan terkait dengan peningkatan asam lambung yang menyebabkan sleep apnea, yang kemudian memicu stroke.

Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

5. Lemak tubuh menimbun

Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah sahur yang dilakukan orang-orang keturunan keluarga gemuk dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Ini karena makanan yang masuk ke perut tidak langsung dicerna oleh lambung ketika terlelap.

Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak.

Terlebih jika makanan sahur tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

Langsung tidur setelah sahur begitu bahaya bagi kesehatan, untuk itu alangkah baiknya jika kamu melakukan aktivitas lain setelah sahur seperti mengaji, berzikir, membaca, atau nonton televisi.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww