Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
GoNews Group
21 jam yang lalu
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
10 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
GoNews Group
20 jam yang lalu
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
4
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
GoNews Group
21 jam yang lalu
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
5
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Sara Hinesley, Gadis Tanpa Jari yang Menangkan Lomba Menulis Indah

Sara Hinesley, Gadis Tanpa Jari yang Menangkan Lomba Menulis Indah
Sara Hinesley. (tribunstyle.com)
Sabtu, 27 April 2019 15:06 WIB
JAKARTA - Keterbatasan tak menjadi halangan bagi Sara Hinesley untuk meraih prestasi. Gadis berusia 10 tahun yang terlahir tanpa jari itu berhasil memenangkan lomba menulis indah.

Dikutip dari liputan6.com, Sara tidak memiliki jari sehingga dia tidak bisa mengerjakan segalanya secara normal. Namun hebatnya, dia berhasil menjadi juara menulis indah di Kompetisi Menulis Nasional Zaner-Bloser 2019.

Sara merupakan seorang berkebutuhan khusus yang lahir di China dan kemudian dibesarkan oleh keluarga asuhnya di AS. Meski memiliki keterbatasan, Sara adalah anak yang pantang menyerah.

''Saya melakukan yang terbaik dan selalu fokus, dan inilah hasilnya,'' kata Sara saat diwawancarai media.

Melalui Kompetisi Menulis Nasional Zaner-Bloser 2019 ini, Sara mampu menyisihkan peserta lain dan mendapat juara pertama.

Tentunya Sara mengaku sangat senang dan bangga dengan pencapaiannya ini dan berhasil membawa pulang piala, hadiah uang tunai, dan perlengkapan sekolah.

Bintang di Sekolah

Oleh dewan juri, kemampuan Sara menulis indah dianggap unik dan langka. Bagaimana tidak, dengan kekurangan fisik yang dialami, Sara justru mampu menulis indah dengan sempurna.

Juri berpendapat bahwa keterampilan Sara menghasilkan tulisan yang begitu indah dirasa sulit bagi anak berusia 10 tahun. Terlebih lagi Sara adalah gadis berkebutuhan khusus yang menyulitkan dia untuk menulis dengan baik saat memegang alat tulis.

Tak hanya itu, keberhasilan Sarah memenangkan kompetisi ini juga mendapat pujian dari kepala sekolahnya dan membuatnya jadi bintang di sekolahnya.

Kepala sekolahnya menganggap Sara adalah anak yang hebat. Dia berusaha keras dan selalu memiliki cara untuk mengatasi semua hambatan yang dihadapinya.***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www