Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
13 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
2
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Agam
20 jam yang lalu
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
3
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
4
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
4 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
5
Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19
GoNews Group
22 jam yang lalu
Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19
6
Miris, Sejumlah PRT Terjebak Utang Gara-gara Dipecat via WA dan Tak Ada Pesangon saat Corona
Ekonomi
21 jam yang lalu
Miris, Sejumlah PRT Terjebak Utang Gara-gara Dipecat via WA dan Tak Ada Pesangon saat Corona
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Super Subur, Wanita Ini Sudah Lahirkan 44 Anak pada Usia 36 Tahun

Super Subur, Wanita Ini Sudah Lahirkan 44 Anak pada Usia 36 Tahun
Mariam Nabatanzi bersama puluhan anaknya. (dw.com)
Jum'at, 26 April 2019 17:47 WIB
UGANDA - Kesuburan yang dimiliki Mariam Nabatanzi sangat luar biasa. Pada usia 36 tahun wanita asal Uganda ini sudah melahirkan 44 anak.

Mirisnya, setelah melahirkan anak ke-44, wanita ini ditinggalkan suaminya, hingga harus berjuang keras menafkahi 44 anaknya sendirian.

Dikutip dari grid.id, Mariam yang kini berusia 40 tahun, menikah pada usia sangat muda, 12 tahun. Sedangkan suaminya berusia 44 tahun saat menikahinya.

Setahun setelah menikah, Mariam melahirkan anak kembar pertamanya. Berturut-turut setelah itu Mariam melahirkan anak demi anak. Pada usia 23 tahun, wanita super subur ini sudah melahirkan 25 orang anak.

Mariam sebenarnya berkeinginan membatasi kelahiran, namun menurut dokter pil kontrasepsi akan membahayakan nyawanya.

Hidup Mariam semakin berat setelah suaminya minggat usai kelahiran anaknya ke-44.

''Saya tumbuh dengan air mata, suami saya membuat saya menderita,'' kata Mariam.

''Sepanjang hidup saya habiskan untuk mengurus anak-anak dan bekerja untuk mencari uang,'' tambah dia.

Saban hari Mariam berjuang mencari uang. Pekerjaan apa pun dilakukannya asalkan menghasilkan uang, demi menafkahi puluhan anaknya.

''Ikan atau daging adalah makanan mewah bagi kami,'' ujar Mariam.

Saking susahnya, anak tertua Mariam, Ivan Kibuka, harus berhenti sekolah untuk ikut banting tulang membantu ibunya menghidupi adik-adiknya.

''Ibu amat sibuk, pekerjaan membuat dia amat lelah. Kami membantu sebisa kami, seperti memasak, mencuci, tetapi sebagian besar beban keluarga masih ditanggunggnya,'' kata Ivan (23).

Kini masalah utama Mariam adalah menyediakan rumah yang lebih luas bagi tempat tinggal ia dan anak-anaknya.

''Saya sudah mengajarkan tanggung jawab orang dewasa kepada mereka sejak dini,'' kata Mariam.

''Saya sendiri, tidak pernah mengalami kebahagiaan, mungkin sejak saya dilahirkan,'' pungkasnya.***

Editor : hasan b
Sumber : grid.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www