Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
18 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
3
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
11 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
12 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
14 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
17 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Hasil Penelitian, Perawat Berisiko Monopause Dini

Hasil Penelitian, Perawat Berisiko Monopause Dini
Ilustrasi perawat. (harnas.co)
Sabtu, 09 Maret 2019 07:51 WIB
JAKARTA - Perawat yang sering bertugas malam hari (shift malam) berisiko mengalami monopause dini.

Dikutip dari suara.com yang melansir Himedik yang mengutip dari Mirror, shift malam dapat meningkatkan risiko menopause dini hingga sembilan persen.

Hal yang lebih buruk lagi, menopause dini bukan satu-satunya efek samping dari pembagian waktu kerja.

Menurut penelitian ini, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan bahkan masalah ingatan bisa muncul akibat shift kerja ini.

Penelitian ini dilakukan pada 80.000 perawat yang bekerja saat shift malam selama 22 tahun.

Peneliti fokus pada perawat yang bekerja setidaknya pada tiga shift larut malam sebulan, di samping shift pagi atau siang dan siang hingga malam.

''Jika seorang perempuan sudah rawan mengalami menopause dini, bisa jadi masa reproduksinya makin berkurang karena jadwal kerja yang terdiri dari shift siang dan malam,'' ujar Dr David Stock, dari University of Dalhousie di Kanada, yang memimpin penelitian ini. ***

Editor : hasan b
Sumber : suara.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www