Benarkah Olimpiade Matematika Bisa Siapkan Generasi Cemerlang, Ini Ulasannya

Benarkah Olimpiade Matematika Bisa Siapkan Generasi Cemerlang, Ini Ulasannya
Silvia Pithaloka, S.Pd. M.Pd, Tenaga Pengajar di SDN 05 Pasar Usang, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.
Rabu, 06 Maret 2019 16:04 WIB
Ajang perlombaan bergengsi untuk para generasi penerus yang sudah di tunggu-tunggu pada bulan Maret 2019 ini akhirnya datang juga. Mulai dari kegiatan OSN yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Begitu juga dengan Olimpiade Matematika yang dilaksanakan oleh Lembaga Olimpiade Sains Plus (LOSPI) berdatangan. Surat undangan sudah disebar ke seluruh Sekolah Dasar. Kepala Sekolah dan guru pun sebagai para pendidik menyambutnya dengan antusias.

Karena, untuk menunggu waktu ini, persiapan yang matang sudah dilakukan sejak jauh hari sebelumnya. Menurut analisa penulis, Olimpiade Matematika untuk siswa di usia sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan karakter. Pentingnya pendidikan karakter untuk memberikan pondasi adalah menjadi tanggung jawab kita bersama, hal inilah yang menjadi komitmen tenaga pendidik untuk terus mensinergikan pendidikan karakter diberbagai aspek kehidupan. Olimpiade Matematika adalah suatu dari banyak upaya yang bagus, dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam hal berlatih dan berkompetisi. Meskipun sekolah sudah memberi ilmu pengetahuan dasar, akan tetapi dengan adanya kegiatan seperti ini tentu akan menciptakan sinergi yang baik antara orang tua, sekolah dan lingkungan siswa.

Kegiatan Olimpiade Matematika ini berlangsung dalam tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Aspek persiapan menjadi ujung tombak penting dalam kegiatan ini. Persiapan untuk Olimpiade Matematika ini tidak sekejap mata. Sekolah yang paham akan arti perlombaan akan melakukan persiapan yang matang. Strategi dan dukungan dari segenap warga sekolah sangat diharapkan. Perlombaan ini bukan hanya tugas siswa untuk bertanding. Namun bagaimana sekolah menfasilitasi sarana dan prasarana pun tentu sangat diperhatikan secara detail.

Proses tahapan mulai dari seleksi siswa, pemilihan jadwal latihan agar tidak bentrok dengan proses pembelajaran. Sampai ke sarana lain seperti bagaimana menjaga semangat Siswa juga akan menjadi perhatian utama.

Siswa yang ikut dalam Olimpiade tidak harus yang juara kelas. Jika dilihat kisah Prof Yohanes Surya P.hd, beliau malah menantang “carikan saya anak yang paling bodoh, akan saya latih”. Pada prinsipnya Yohanes Surya mengatakan bahwa, orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Lebih lanjut dia juga memaparkan, tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.

Untuk membuktikan pendapatnya ini, maka sang Profesor pergi ke Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulunganlah kata orang Jakarta. Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak - anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 SD. Bahkan, diantara beberapa orang anak yang dilatih tersebut berhasil ikut dalam kompetisi dan menjuarai Olimpiade Matematika pada tingkat nasional.

Tujuan Olimpiade Matematika ini adalah sebagai wahana kompetisi di bidang Matematika. Anggapan bidang studi Matematika yang dianggap momok dalam pembelajaran, diharapkan tidak lagi terjadi. Diharapkan kemampuan siswa dari segi spritual, emosional dan intelektual terasah dengan kegiatan ini. Selain itu siswa dapat menerapkan pengetahuan yang mereka dapati dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan Olimpiade Matematika diharapkan para Siswa termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Perlombaan yang memakan waktu 90 menit ini efeknya dapat kita lihat tidak hanya pada saat itu saja. Perlombaan ini dapat mempengaruhi karakter Siswa. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini ditentukan oleh para pemangku kepentingan. Dalam melaksanakan kegiatan ini tertib, disiplin, transparansi dan penuh rasa tanggung jawab. Oleh karena itu, semua pihak dapat menjunjung tinggi nilai-nilai di atas dan terlibat aktif mendukung keberhasilan kegiatan ini. Efek yang diharapkan akan lahir generasi cemerlang dengan intens nya digelar kegiatan ini.

Generasi cemerlang dibentuk oleh berbagai pihak. Untuk menjadi generasi yang cemerlang, pertama harus memiliki dasar spritual yang kokoh. Dengan spritual yang kokoh, maka kehidupannya akan jadi terarah. Generasi yang cemerlang itu memiliki wawasan yang luas, tidak gampang putus asa. Generasi yang cemerlang adalah generasi yang memiliki ilmu dan wawasan yang luas, tidak hanya terbatas dengan ilmu agama sebagai pondasinya, tetapi juga ilmu yang bersifat universal, yang berkaitan dengan kehidupan dunia ini.

Generasi cemerlang adalah generasi yang memiliki keterampilan yang mumpuni. Generasi cemerlang harus memiliki modal keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan kebaikan dan kebenaran dalam upaya mencapai kemajuan diri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Dengan Olimpiade Matematika ini diharapkan dapat menyiapkan generasi yang cemerlang. Menanamkan sikap disiplin berlatih akan membentuk karakter yang tangguh bagi siswa. Sikap sabar dalam menyelesaikan persoalan akan membuat mereka tangguh dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat berkompetisi dan sportifitas menjadikan mereka berprestasi dan tidak gampang frustasi saat menghadapi suatu persoalan. Oleh karena itu, marilah kita bersama mensukseskan ajang bergengsi ini untuk menciptakan generasi yang tangguh dan mumpuni terutama di bidang studi matematika. (**)

Editor:Jontra
Kategori:Ragam

wwwwww