Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
21 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
21 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
8 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
10 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Masyarakat Sumbar dan Aceh Tak Berminat Pilih Jokowi-Ma'ruf

Masyarakat Sumbar dan Aceh Tak Berminat Pilih Jokowi-Maruf
Pasangan Jokowi-Ma'ruf. (tribunnews)
Jum'at, 15 Februari 2019 08:18 WIB
JAKARTA - Masyarakat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh mayoritas tak berminat memilih pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Rendahnya minat masyarakat Sumbar dan Aceh memilih Jokowi-Ma'ruf, diakui Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong. Usman menyebut Sumbar dan Aceh merupakan zona merah bagi Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Usman, provinsi di Sumatera yang dinilai aman bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf, adalah Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

''Aceh dan Sumbar lah (zona merah), daerah lain relatif saya kira bisa kita tangani,'' kata Usman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Di Sulawesi, provinsi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi TKN adalah Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Sedangkan daerah lain di Sulawesi diyakini sebagai basis Jokowi, khususnya Sulawesi Selatan karena faktor Jusuf Kalla.

Usman yakin di daerah timur Indonesia, Kalimantan dan pulau Jawa, suara Jokowi cenderung aman. Seperti di Papua. NTB, NTT, sampai Bali juga dinilai aman karena faktor kepala daerah.

''Indonesia Timur, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, kita aman. Sumatera yang masih menjadi tantangan,'' ucapnya.

Dari sektor pemilih, Usman menuturkan Jokowi tinggal kurang suara dari kalangan menengah atas dan kelompok pendidikan tinggi. Untuk kelompok Islam, dia mengklaim meningkat seperti temuan beberapa lembaga survei.

Deklarasi dukungan kampus belakangan, adalah cara TKN meraup suara pemilih kelompok terdidik. Sementara untuk kelompok menengah bawah, identifikasi Jokowi sebagai wong cilik berhasil mengamankan suara.

''Kalangan menengah atas tidak sebesar tidak setebal kalangan bawah. Pak Jokowi identifikasinya wong cilik. Tinggal sekarang bagaimana kita memperbesar suara di kalangan terdidik deklarasi membantu kita meraih suara dari kalangan mereka,'' ujar Usman.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www