Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
19 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
19 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
6 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
8 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Setelah Tahan 1 Juta Muslim Uighur, China Gelar Kampanye Anti Halal

Setelah Tahan 1 Juta Muslim Uighur, China Gelar Kampanye Anti Halal
Muslim Uighur. (gontornews)
Minggu, 14 Oktober 2018 11:33 WIB
BEIJING - Otoritas China di kawasan otonomi Xinjiang terus berupaya menzalimi masyarakat Uighur yang beragama Islam. Pada Senin 8 Oktober 2018, otoritas China, menggelar kampanye ''anti halal'' di Xianjiang dengan tujuan menghentikan ''penetrasi Islam'' dalam kehidupan masyarakat.

Dikutip dari liputan6.com, dalam pertemuan Senin, para pemimpin Partai Komunis di Ibu Kota Xinjiang, Urumqi, memimpin para kader untuk mendeklarasikan kampanye tersebut, guna ''bertarung melawan pan-halalisasi''.

China sering dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pemerintahan asing, karena laporan-laporan tentang tindak kekerasan dan pelanggaran HAM. Sedangkan sekitar 1 juta warga dari etnis Uighur berada dalam tahanan aparat keamanan.

Bantah Pelanggaran HAM

Pemerintah China di Beijing membantah adanya pelanggaran hak-hak umat Muslim di Xinjiang dan menyatakan, langkah keras diperlukan untuk menindak ekstremisme dan perpecahan di wilayah tersebut.

Harian pemerintah Global Times pada Rabu 10 Oktober menuliskan, ''Tuntutan bahwa berbagai hal yang tidak mungkin halal harus mendapat label halal, telah memicu permusuhan terhadap agama dan memungkinkan Islam menembus kehidupan sekuler.''

Sebagai bagian dari kampanye anti halal tersebut, jaksa kepala Uighur di Urumqi, lshat Osman, menulis sebuah artikel berjudul: ''Teman, Anda tidak perlu mencari restoran khusus halal untuk saya''. ***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www