Keumamah Mr Phep Lhokseumawe Berharap Tembus Hingga ke Tembok China

Keumamah Mr Phep Lhokseumawe Berharap Tembus Hingga ke Tembok China
Munawar bersama produk Mr Phep
Minggu, 09 September 2018 09:34 WIB

LHOKSEUMAWE -  Berawal dari  rasa prihatin saat ikan tongkol murah dan melimpah di pasar menggerakkan minat   Munawar (39) untuk mendayagunakan ikan tersebut  menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.  Hingga lahirlah ikan keumamah yang disematkan dengan merek Mr Phep.

Kini di tempat produksinya Jalan Medan-B. Aceh kota Lhokseumawe, Munawar mengelola berbagai produk yang dihasilkan dibawah bendera MR Phep, yaitu ikan keumamah (ikan kayu)  dengan varian produk ikan kayu kering mentah dan ikan kayu siap saji. Juga disediakan  pepes seafood kemasan dan ikan asin kemasan. Dalam mengelola usahanya ia dibantu oleh tiga orang karyawan.

Phep itu adalah tumis

Munawar mengisahkan asal muasal dirinya terpikir memproduksi ikan kayu berawal dari rasa prihatinnya saat ikan tongkol banjir di pasar. “Jika ikan tongkol itu sedang murah dijual murah pun tak laku. Oleh para  nelayan ikan tongkol yang tak terjual itu kadang dibuangnya lagi ke laut,”akunya kepada GoSumut Minggu (9/9/2018)

Dosen yang sudah menyelesaikan S2 dan mengajar bidang Kewirausahawan di Universitas Al Muslim Lhokseumawe ini merasa begitu gundah. “Ikan itu kan ada musim-musimnya juga. Saat ikan mahal, maka harganya pun begitu melejit. Seharusnya disaat ikan murah, ikan-ikan tersebut bisa disimpan menghadapi masa paceklik,”urainya.

Tahun 2016  saat musim murah ikan ia mulai mendayagunakan ikan tongkol menjadi ikan keumamah. Ikan tongkol dibersihkan, selanjutnya direbus dan dikeringkan.  Ikan yang sudah kering dibuat dalam potongan chip agar lebih mudah menggunakannya nanti.

Tapi ia merasa tidak begitu puas dengan kreasinya, karena ikan keumamah seperti yang dibuat sudah biasa  di pasaran. Usaha itu pun jalan di tempat.

Dalam periode itu, Munawar melakukan berbagai percobaan dan uji pasar. Ternyata tidak semua orang trampil mengolah ikan keumamah.  Apalagi untuk warga yang bukan suku Aceh dan tak terbiasa mengolah ikan kayu, maka hasilnya adalah seperti makan kayu yang keras.

 Awal 2018 Munawar  serius menerapkan ekserimennya dengan   menghadirkan ikan kayu siap saji. Ia pun mengurus berbagai perizinan dan menobatkan nama usahanya dengan merek Mr Phep.

“Phep itu bahasa Aceh, artinya menumis.  Ini adalah barometer memasak ikan keumamah, yaitu dengan menumis,”akunya.  April 2018 berbagai produk Mr Phep diluncurkan.

Tiap hari nya ia memproduksi ikan keumamah siap saji antara 3 hingga 4 kilo ikan tongkol. Bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, cabai dan salah satu yang paling pokok adalah asam sunti. Karena produk tidak menggunakan bahan  pengawet, maka ia harus disimpan  didalam proozen .

Munawar mengungkapkan saat ini produk Mr Phep bisa diperoleh di beberapa supermarket seperti Minimarket 212 Lhokseumawe, 212 Jakarta dan toko Siti Najwa Banda Aceh.

Munawar yang akrab disapa Cek Mun ini berharap produknya diterima dipasar dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Aceh yang bisa sepopuler rendang Padang di mata dunia.

“Kelak saya berharap produk ikan keumamah khas Aceh  produk Mr Phep bisa sepopuler Tomyamnya Thailand, Ramennya Jepang, Kebab-nya Turki, Pizza-nya Italia dan Kimchie-nya Korea,”ujarnya.  

Kini dirinya terus melakukan berbagai pembaharuan produk dengan harapan keumamahnya bisa go internasional, mulai dari Menara Eiffel Paris hingga  menembus tembok China. Semoga ikan keumamah Mr Phep bisa mendunia,”ujarnya penuh harap.

Editor:Sisie
Kategori:Ragam
wwwwww