Dianggap IDI Melanggar Etik, Begini Terapi 'Cuci Otak' yang Diterapkan Dokter Terawan

Dianggap IDI Melanggar Etik, Begini Terapi Cuci Otak yang Diterapkan Dokter Terawan
Dokter Terawan. (merdeka.com)
Kamis, 05 April 2018 07:48 WIB
JAKARTA - Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat Kepala RSPAD Gatot Soebroto, dr Terawan Agus Putranto, Sp, Rad sebagai anggota IDI. Terawan dinilai melakukan pelanggaran etik berat sehubungan dengan terapi brain washing (cuci otak) yang digunakannya dalam mengobati pasien stroke.

Sesungguhnya seperti terapi 'cuci otak' yang diterapkan oleh dokter Terawan tersebut? Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari merdeka.com.

Terapi cuci otak ini pada dasarnya adalah metode diagnostik Digital Substraction Angiography (DSA), yang dalam bidang neurologi (ilmu saraf) dikenal dengan istilah cerebral angiography (CA).

Mengutip Healthline, cerebral angiography adalah tes diagnosis yang dilakukan menggunakan X-ray. Metode ini akan memproduksi gambar (cerebral angiogram) yang akan membantu dokter menemukan penyumbatan atau ketidaknormalan lain pada pembuluh darah di kepala dan leher.

Penyumbatan dan ketidaknormalan di kepala dan leher bisa berujung jadi stroke atau pendarahan di otak.

Untuk apa?

Perlu diingat, tidak semua orang yang memiliki penyumbatan arteri membutuhkan cerebral angiography (CA). Prosedur ini biasanya dilakukan jika dokter membutuhkan infomasi tambahan untuk menentukan pengobatan. Ini karena, prosedur CA bersifat invasif dan memiliki beberapa risiko.

Namun, CA juga bisa digunakan untuk membantu mengobati beberapa kondisi yang melibatkan pembuluh darah di kepala dan leher. CA biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis:

1. aneurisme

2. arterioclerosis (penyempitan arteri)

3. arteriovenous malformation (hubungan yang abnormal antara pembuluh darah dan arteri)

4. vasculitis, atau inflamasi pada pembuluh darah

5. tumor otak

6. penggumpalan darah

7. robekan pada dinding arteri

CA juga membantu dokter mengetahui penyebab dari beberapa simtom, seperti:

1. stroke

2. sakit kepala parah

3. hilang ingatan

4. bicara belepotan

5. pusing

6. pandangan kabur

7. otot melemah atau mati rasa

8. hilangnya keseimbangan atau koordinasi

Dan penting untuk diingat, prosedur ini bukannya tanpa risiko. Walaupun jarang, CA dapat menimbulkan:

1. stroke (jika kateter melonggarkan plak di dalam pembuluh darah)

2. kerusakan pembuluh darah, termasuk melubangi arteri

3. penyumbatan darah, yang bisa terbentuk di sekitar ujung kateter.

Muncul #SaveDokterTerawan

Sehubungan dengan keberhasilannya dalam menyembuhkan penyakit stroke dari puluhan ribu pasien yang pernah ia tangani, muncullah tagar #SaveDokterTerawan yang diinisiasi oleh Aburizal Bakrie di akun sosial medianya.

Ical, sapaan dari Aburizal menilai bahwa metode cuci otak yang dilakukan oleh Dokter Terawan telah menolong banyak orang. Ical juga menyebutkan bahwa metode Dokter Terawan ini telah mengobati banyak pejabat negara seperti mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan wapres Try Sutrisno, hingga mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww