Khawatir Datanya Bocor, Sejumlah Perusahaan Besar Hapus Akun di Facebook

Khawatir Datanya Bocor, Sejumlah Perusahaan Besar Hapus Akun di Facebook
Facebook. (int)
Kamis, 29 Maret 2018 09:09 WIB
JAKARTA - Sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat memutuskan menghapus akunnya di Facebook, pasca bocornya data 50 juta pengguna media sosial tersebut. platform sosial media milik Mark Zuckerberg itu bocor.

Dikutip dari dream, pemilik media majalah dewasa Playboy mengumumkan telah menonaktifkan laman Facebooknya. Cooper Hefner, chief creative officer yang juga anak dari pendiri majalah tersebut dalam cuitannya di akun Twitter mengatakan pedoman konten dan kebijakan Facebook bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut majalannya.

Menurut Cooper, Playboy selama ini telah menggunakan platform itu untuk menyampaikan suara medianya. Namun hasilnya tak sesuai dengan harapan.

Keputusan Cooper menghapus halaman Facebook Playboy juga dikarenakan keprihatinannya pada aplikasi sosial media tersebut dalam menangani data-data pengguna. Saat ini Playboy mengaku memiliki pengikut hingga 25 juta akun.

''(Ini) semakin memperjelas kami untuk meninggalkan platform,'' tulis Cooper dalam cuitannya.

Sementara itu CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang kemungkinan akan hadir sebelum pertemuan kongres AS, telah meminta maaf terkait munculny skandal tersebut. Permintaan maaf itu dibuat dalam sebuah iklan di koran Amerika Serikat dan Inggris.

Dalam permintaan maaf tersebut, Zuckerberg mengatakan platform sosial medianya tak pantas mengelola informasi personal pengguna jika tak mampu melindunginya.

Meski telah memutuskan menghapus halaman Facebook, beberapa akun Facebook dalam bahasa lain seperti Jerman dan Filipina tercatat masih aktif.

Aksi terbaru dari Playboy ini, mengutip laman foxnews, semakin menunjukan besarnya pengaruh kampanye #deletfacebook.

Selain Playboy, Space X dan Tesla milik miliarder nyentrik Elon Musk juga telah memutuskan menghapus halaman Facebooknya.

Sonos, perusahaan yang berbasih di California, juga telah mengumumkan penarikan dana iklan dari Facebook dan menyumbangkannya ke LSM yang bergerak dalam isu hak-hak digital.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww