Mengerikan, Gadis Cantik Ini Congkel Kedua Matanya Dekat Gereja Hingga Buta, Penyebabnya Ternyata . . . .

Mengerikan, Gadis Cantik Ini Congkel Kedua Matanya Dekat Gereja Hingga Buta, Penyebabnya Ternyata . . . .
Kaylee Muthart sebelum dan sesudah buta. (tribunnews.com)
Minggu, 11 Maret 2018 12:22 WIB
SOUTH CAROLINA - Kaylee Muthart, gadis berusia 20 tahun di South Carolina, Amerika Serikat, nekat mencongkel kedua matanya hingga mengalami buta.

Dikutip dari tribunnews.com, tindakan di luar akal sehat ini dilakukan Kaylee Muthart saat dirinya berada berada dekat sebuah gereja di South Carolina, AS. Hal itu terjadi karena Kaylee Muthart dipengaruhi obat-obatan yang membuatnya berhalusinasi.

Gadis berparas cantik ini awalnya adalah seorang gadis yang berprestasi. Bagaimana itu bisa terjadi dan dilakukan oleh seorang wanita yang berprestasi?

Sebagaimana melansir dari Mirror (10/3/2018) Kaylee Muthart mengatakan bahwa dia adalah seorang siswa yang sering mendapat nilai A.

Hingga akhirnya dia mulai sering minum dan merokok di akhir usia belasan.

Tapi setelah putus sekolah, wanita ini diberi obat methamphetamine dan itu membuatnya merasa 'lebih dekat dengan Tuhan'.

Kaylee Muthart juga didiagnosis mengalami beberapa gangguan.

Dia didiagnosis dengan gangguan bipolar dan mengalami gangguan mental.

Kaylee mengatakan bahwa dia pertama kali nge-fly saat musim panas lalu lagi.

Parahnya hal itu membuatnya ketagihan dan melakukannya lagi.

Konsekuensi kecanduan obat bius yang dialami Kaylee Muthart ini dilaporkan terjadi pada bulan Februari.

Bahkan tingkahnya mencongkel matanya sendiri itu diberitakan di seluruh dunia.

Kaylee Muthart menarik matanya sendiri ketika berhalusinasi di luar sebuah gereja di South Carolina, AS.

''Saya berhalusinasi, jadi ingatan saya tidak jelas,'' kata Kaylee Muthart kepada Cosmopolitan.

''Saya ingat pernah berpikir bahwa seseorang harus mengorbankan sesuatu yang penting untuk memperbaiki dunia, dan orang itu adalah saya.''

''Saya pikir semuanya akan berakhir dengan tiba-tiba dan semua orang akan mati jika saya tidak segera merobek mataku,'' ujar Kaylee Muthart.

''Saya mendorong ibu jari, telunjuk, dan jari tengah ke setiap mata saya mencengkeram setiap bola mata, memutar, dan menarik sampai setiap mata keluar dari tempatnya,'' tambahnya.

''Rasanya seperti sebuah perjuangan besar, hal tersulit yang pernah saya lakukan.''

''Karena saya tidak bisa lagi melihat, saya tidak tahu apakah ada darah''.

''Tapi saya tahu obat itu membuat mati rasa, sakitnya tidak terasa.''

Jemaat gereja yang ketakutan bergegas keluar setelah mendengar teriakan Kaylee.Anehnya, saat akan ditolong, Kaylee Muthart melawan mereka.

Seorang pastor mengatakan bahwa dia melihat Kaylee meremas bola matanya sendiri di tangannya saat masih menempel di kepalanya.

''Saya yakin saya pasti mencoba mencakar otak saya jika seorang pastor tidak mendengar saya berteriak,''

''Saya ingin melihat cahayanya!''

''Saya tidak ingat lagi dan itu menahan saya,'' kata Kaylee.

''Dia kemudian berkata, ketika dia (pastor) menemukan saya, bahwa saya memegang bola mata saya di tangan saya.''

''Saya telah menyingkirkannya, meskipun mereka masih menempel di kepala saya.''

Hingga pada akhirnya petugas medis mampu menenangkan Kaylee Muthart.Namun mereka sudah terlambat untuk menyelamatkan penglihatannya.

Kaylee Muthart menghabiskan waktu seminggu di rumah sakit sebelum dipindahkan ke fasilitas perawatan rawat inap.

Wanita itu mengatakan bahwa dia menderita sakit kepala parah di belakang soket matanya selama sekitar sebulan setelah dirawat.

Namun Kaylee Muthart menolak untuk mengambil obat penghilang rasa sakit yang kuat karena dia bertekad untuk tetap mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Sekarang Kaylee Muthart dan ibunya, Katy Tompkins, ingin memperingatkan orang lain tentang bahaya methamphetamine.

Mereka juga meminta bantuan untuk mendanai pengobatan itu.

Menulis di halaman banding GoFundMe, ibunya Kaylee Muthart berkata: ''Seperti banyak orang, dia menjadi korban kenyataan berbahaya dari methamphetamine.''

''Kita sedang mempersiapkan jalan yang panjang untuk menjalaninya dalam kehidupan barunya kita meminta bantuan Anda.''

''Dia berusaha keras untuk mengembalikan pikirannya''

''Tapi sayangnya saat dia berada di bawah pengaruh methamphetamine, kejahatan murni, dia melihat hal-hal yang tidak dapat dia lihat.''

''Mereka masih dalam ingatannya, dia tidak menginginkannya.''

''Tapi dia berusaha yang terbaik untuk menyelesaikannya.''

''Syukurlah, seiring berjalannya waktu, dengan banyak dukungan dan terapi, kami dapat membantunya untuk memahami bahwa hal-hal yang dia lihat dan pikirkan saat itu, tidak benar atau nyata.''***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww