Bos 9Bako ini Sebut Usaha beras Enak Dilihat, Gak Enak Dimakan

Bos 9Bako ini Sebut Usaha beras Enak Dilihat, Gak Enak Dimakan
Darwin Lie
Jum'at, 09 Maret 2018 08:52 WIB

MEDAN- Bisnis makanan pokok seperti beras jika dilihat dari  prospeknya memang cerah. Selama manusia mengkonsumsi karbohidrat, otomatis beras selalu laku. Tapi dalam hal keuntungan, usaha beras tidak sementereng bisnis lain.

“Sudah pasti gak bisa bermain dengan harga,  ini adalah harkat hidup masyarakat banyak,”jelasnya. Tapi ia begitu menikmati usahanya. “Berburu musim panen itu asyik. Saya ke berbagai daerah, dimana sedang berlangsung panen, saya turun langsung,”aku Darwin Lie, Owner 9Bako

Melihat begitu kompetitifnya bisnis beras, yang bisa dilakukannya untuk menjadi pemenang adalah memaksimalkan mutu. “Kita memiliki mesin kilang padi yang mampu memilah sendiri beras yang terbaik dan bersih,”akunya tentang usaha yang dikelolanya sejak tujuh tahun silam itu.

Darwin meneruskan tongkat estafet dari orang tuanya yang juga pengusaha beras.  Darwin memiliki ayah yang merupakan toke beras yang sukses. Saat menduduki bangku SMP ia hijrah dan bersekolah di Singapura. Untuk sekolah menengah atas, Darwin lebih memilih ke Australia dengan alasan ia bisa memperoleh Sarjana dalam waktu 4 tahun, titel seperti ini tidak mungkin bisa diperoleh di Indonesia.  4 tahun di Monash University, tahun 2007 Darwin berhasil meraih gelar sarjana di jurusan Bisnis Manajemen.

Tamat kuliah Darwin memilih pulang ke Indonesia dan berkarier di Jakarta. Tahun 2009 orang tuanya menyuruhnya  pulang untuk melanjutkan usaha kilang padi dan beras yang dirintis oleh orang tua sejak lama.

Tentang pentingnya hirarki dalam sebuah perusahaan, sang ayah menasehati Darwin dengan kalimat yang sungguh bijak. “Ember yang sudah diisi air jangan dibuang. Mengharapkan Tuhan mengisinya dengan air hujan kembali. Ya kalau hujan...jika yang terjadi adalah kemarau panjang, maka ember itu pun bisa pecah,”kenangnya.

Kiasan itu dilakukan sang papa untuk menyadarkan anaknya tentang pentingnya generasi penerus dalam sebuah usaha.

                                                                          

Begitu masuk di perusahaan, yang pertama dilakukan adalah  membenahi pembukuan.  “Sistem manajemen saya ubah menjadi sistem komputerisasi,”jelasnya. Terkadang ada beberapa konsep kerja Darwin yang sempat membuat orang tuanya jantungan. Tapi dengan berbagai alasan, orang tuanya pun maklum.

Selanjutnya Darwin memperbaiki jalur retribusi. Ia mencari beberapa toko pelanggan yang sempat pensiun dan menjalin hubungan kerja sama. Pelanggan mereka yang sempat fakum dihidupkan kembali. “Istilahnya pemiliknya boleh pensiun, tapi tokonya tetap harus buka.”

Untuk mengontrol mutu beras, Darwin memutuskan memiliki kilang padi yang sekaligus juga menangani retribusi penjualan beras. “Hal seperti ini lebih mudah menjaga harga juga plus mutu beras,”kilahnya.  Ia  hafal di luar kepala saat-saat masa panen yang ada di seluruh pelosok bumi Nusantara. Masa panen Darwin berburu gabah ke berbagai daerah.

Saat padi tiba di penggilingan, Darwin sudah melengkapi mesin bermutu yang bahkan  bisa mendeteksi dan memisahkan  beras yang cantik dan beras yang kurang bagus.  Darwin mengisahkan serba-serbi jual beras yang menurutnya enak dilihat tapi tidak enak dimakan.

 Resikonya sungguh besar. “Satu hari pabrik gak kerja, ruginya ratusan juta Rupiah,”bebernya. Belum lagi isu hoak yang kadang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari isu beras plastik, isu beras pewangi hingga isu penimbunan beras.

“Tentang isu beras plastik, saya jamin itu tidak hoak. Harga plastik itu lebih mahal dari beras,”paparnya sambil tertawa. Begitu juga tentang isu penimbunan.

“Sampai hari gini saya tidak mengerti tentang masalah penimbunan beras. Misalnya kita menyimpan 20 ton untuk dijual satu minggu apakah itu penimbunan? Saya pikir itu sangat relatif. Tergantung kapasitas penjualan,”tambahnya.

Saat ditanya, apa makna 9bako yang dijadikan brand usahanya? Darwin menjabar, 9bako merupakan 9 hukum bisnis.

Editor:Sisie
Kategori:Ragam

GoSumbar.com Tak Merasa Hamil dan Siklus Haid Lancar, Gadis 18 Tahun Ini Kaget Tiba-tiba Melahirkan Bayi, Begini Penjelasan Dokter
GoSumbar.com Ibu Mertua Kepergok Menantu Lubangi Semua Kondom di Kamar, Ternyata Ini Tujuannya
GoSumbar.com Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Hembuskan Nafas Terakhir Beberapa Jam Usai Dinikahi Tunangannya
GoSumbar.com Kasur Ini Bisa Deteksi Pasangan Berselingkuh, Begini Sistim Kerjanya
GoSumbar.com Rasulullah SAW Suruh Umatnya Duduk Saat Buang Air Kecil, Ternyata Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Pria
GoSumbar.com Tradisi Unik, Para Wanita di Pegunungan Himalaya Miliki Beberapa Suami, Ini Sejumlah Alasannya
GoSumbar.com Unik, Wanita Suku Ini Boleh Berganti Suami Setiap Malam
GoSumbar.com Rutinlah Konsumsi Buah Nangka, Ini 8 Khasiatnya bagi Kesehatan, Termasuk Cegah Kanker dan Turunkan Berat Badan
GoSumbar.com Masyarakat Korsel Pilih Pelihara Hewan dari pada Punya Anak, Ini Penyebabnya
GoSumbar.com Tunda Pengobatan Leukimia Demi Bayinya, Brianna Meninggal Bebeberapa Hari Usai Melahirkan
GoSumbar.com Model Supercantik Ini Ternyata Bukan Manusia, Melainkan . . . .
GoSumbar.com Dihujat karena Masih Susui Putranya Berusia 7 Tahun, Begini Jawaban Wanita Ini
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, MacKenzie Mendadak Jadi Wanita Terkaya di Dunia, Hartanya Rp978,24 Triliun
GoSumbar.com Mengenang Ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo Sang Begawan dan Arsitek Ekonomi Indonesia, Mengubah Struktur Kolonial ke Nasional
GoSumbar.com Tampil Kompak, Prabowo - Sandiaga Dinilai Paling Cocok Pimpin Indonesia
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, Wanita Ini Bakal Terima Rp967,5 Triliun
GoSumbar.com Beruntunglah Orangtua Memiliki Anak Perempuan, Ini Keutamaannya
wwwwww