Pesta Pernikahan Palsu Marak di Vietnam, Ini Penyebabnya

Pesta Pernikahan Palsu Marak di Vietnam, Ini Penyebabnya
Ilustrasi pengantin. (kompas.com)
Kamis, 01 Maret 2018 07:50 WIB
HANOI - Pesta pernikahan palsu makin marak di Vietnam. Sebuah perusahaan jasa penyelenggaraan pernikahan palsu di Vietnam mengklaim menyelenggarakan ribuan pesta pernikahan palsu setiap tahun.

Dikutip dari tribunnews.com, cinta terlarang dan hamil di luar nikah merupakan dua alasan utama diadakannya pesta pernikahan dadakan yang ternyata adalah settingan.

Biaya pernikahan resmi tidak terjangkau bagi pasangan muda. karena itu, bagi orang yang terlilit masalah cinta terlarang atau hamil, pernikahan palsu sangat membantu. Mereka bisa mendapatkan layanan pesta pernikahan lengkap dengan wali, keluarga, tamu undangan, bahkan pasangan palsu. 

Tentu semuanya bayaran, karena tujuannya hanya demi mendapatkan status sudah menikah. 

Cara Pintas Menghindari Malu

Seorang wanita beridentitas Kha mengaku pernah memanfaatkan layanan pernikahan palsu tersebut. Dia mendapatkan pasangan bayaran demi menghindari tekanan keluarga dan masyarakat karena hamil sebelum menikah.

''Orangtua saya adalah orang pertama yang akan merasa malu jika mendapati diri saya hamil tanpa suami,'' kata Kha.

Kha mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp20,5 juta untuk menyewa seorang pasangan palsu. Kha pun tidak peduli pernikahan yang terjadi tidak sah, dan merasa bersyukur ada layanan itu.

''Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi, tapi untungnya ada pilihan seperti ini,'' kata Kha.

Pernikahan Kha dilakukan secara diam-diam. Kini dia berencana memberitahu keluarga telah bercerai.

Menurut Kha, status janda lebih baik daripada masih single tapi sudah hamil di luar nikah.

Cinta Terlarang

Setengah dari lebih 93 juta penduduk di Vietnam merupakan anak muda di bawah usia 30 tahun. Mereka memilih untuk meninggalkan cara hidup konservatif.

Salah satunya dengan mengikuti gaya hidup bersama tanpa menikah seperti budaya orang-orang Barat.

Satu lagi pasangan, Huong dan kekasihnya, Quan, yang menggunakan layanan ini karena hubungan mereka mendapat larangan dari keluarga. Huong tidak diterima oleh keluarga kekasihnya itu karena tidak mampu.

Hal ini kemudian mendorong mereka untuk menggunakan layanan pernikahan palsu. Walaupun tamu yang diundang adalah asli, tapi orangtua, saudara dan teman-teman Huong adalah bayaran.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww