Benarkah Penggunaan Antiseptik Albothyl Berbahaya? Ini Penjelasannya

Benarkah Penggunaan Antiseptik Albothyl Berbahaya? Ini Penjelasannya
Albothyl. (int)
Jum'at, 16 Februari 2018 11:40 WIB
JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melalui surat resmi tertanggal 3 Januari 2018 mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan cairan antiseptik Albothyl. Pertanyaannya, benarkah penggunaan Albothyl membahayakan?

Dikutip dari tribunnews.com, dalam keterangan produknya, Albothyl Concentrate adalah obat antiseptik untuk mencegah dan mengobati sariawan, bau mulut, menjaga kebersihan organ intim, dan mengobati keputihan dengan cepat dan efektif.

Kandungan dari Albothyl Concentrate adalah policresulen, senyawa yang merupakan produk kondensasi metacresolsulfonic acid dan methanal.

Penggunaan obat ini untuk portio vaginalis dan daerah sekitarnya harus dilakukan dengan hati-hati.

Pastinya jangan menggunakan obat ini pada saat menstruasi.

Saat menggunakannya pastikan tidak mengenai mata, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Obat ini adalah obat luar. Penggunaanya hanya untuk bagian luar tubuh.

Adapun keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Mengenai kandungan Albothyl Concentrate, seperti dilansir dari farmasiana.com, policresulen, adalah obat yang digunakan sebagai hemostatik topikal dan antiseptik.

Obat ini umumnya diindikasikan untuk pembersihan dan membantu regenerasi jaringan pada luka bakar, mengurangi inflamasi kronis, lesi decubitus, ulkus crural, condyloma acuminata/ kutil kelamin, dan untuk sariawan (stomatitis aphthosa).

Albothyl Concentrate (Policresulen) juga digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri vaginosis, vaginal kandidiasis, dan trikomoniasis.

Cara obat Albothyl concentrate berkerja policresulen yangterkandung dalam Albothyl Concentrate adalah produk kondensasi metacresolsulfonic acid dan methanal.

Nah, rantai policresulen bermuatan negatif, sehingga senyawa ini bersifat asam. Sedangkan sel normal bermuatan negative. Tapi sel yang luka dan rusak bermuatan positif. Sehingga policresulen tertarik.

Policresulen bekerja dengan membuat sedikit luka bakar kimiawi di daerah yang luka. Zat ini membunuh bakteri, sehingga menghentikan terjadinya proses infeksi lanjutan.

Zat aktif policresulen ini menurut farmasiana.com dapat mengkoagulasi protein secara spesifik dalam jaringan yang terluka, tanpa memberikan pengaruh buruk terhadap jaringan di sekitarnya yang masih sehat.

Tapi drg. Annisa Rizki Amalia, Sp.KGA, founder @senyumsikecil, Divisi Komunikasi dan Humas Ikatan Dokter Gigi Anak DKI Jakarta, juga aktif di Yayasan Orangtu Peduli (YOP) punya pendapat lain.

''Policresulen justru menghilangkan/memotong jaringan mukosa yang sehat juga,'' jelas Icha seperti dikutip tribunnews.com dari Nakita.

Kegunaan Albothyl Concentrate (policresulen) adalah sebagai antiseptik atau desinfektan pada kulit, selaput mukosa pada mulut dan organ kewanitaan, seperti radang vagina (vaginitis), radang mulut rahim (servisitis), untuk keputihan, gatal, bau tak sedap, ektopia, atau erosi bagian servikal. Efek samping yang relatif ringan yaitu ketidaknyamanan lokal ringan terutama pada awal pengobatan.

Efek samping ini biasanya akan hilang jika pengobatan dihentikan.

Efek samping lainnya misalnya sensasi terbakar di vagina, infeksi jamur pada vagina (Candida), gatal pada vulva, permukaan mukosa mengelupas, reaksi alergi, dan gatal-gatal (urtikaria).

Fakta lainnya, seperti dilansir dari Drugs.com, Policresulen dibeberapa Negara hanya digunakan untuk pengobatan pada hewan (veteriner).***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww