Paus Fransiskus Beri Erdogan Medali 'Malaikat Cekik Setan Perang'

Paus Fransiskus Beri Erdogan Medali Malaikat Cekik Setan Perang
detiknews.com
Selasa, 06 Februari 2018 08:55 WIB
Kota Vatikan- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Paus Fransiskus. Di luar tempat pertemuan, polisi menghalau para pengunjuk rasa yang memprotes aksi Turki terhadap militan Kurdi di Suriah.

Dilansir AFP, Selasa (6/2/2018), pertemuan berlangsung di Kota Vatikan pada Senin (5/2) waktu setempat.

Selama 50 menit pertemuan, Paus memberikan Erdogan medali yang berukir bentuk malaikat yang mencekik 'setan perang'. Ini adalah simbol perdamaian dan keadilan.

Erdogan berharap bisa menyampaikan terima kasih ke Paus atas sikap Paus yang melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami mendukung status quo dan kami punya keinginan untuk melindungi itu," kata Erdogan dalam wawancara yang dipublikasikan Minggu kemarin.

Sementara itu saat pertemuan Paus dan Erdogan, sekelompok kecil anggota etnis Kurdi memimpin protes yang menjadi bentrok melawan polisi. Lokasinya tak jauh dari Vatikan. Dua orang ditangkap polisi.

Kunjungan Erdogan ini merupakan kali pertama yang dilakukan pemimpin Turki selama 60 tahun terakhir. Mereka mendiskusikan perihak pengungsi dan situasi di Timur Tengah. 

"Juga soal referensi khusus yang terkait status Yerusalem," kata pernyataan dari pihak Vatikan.

Sebelum Erdogan datang pada hari Minggu, otoritas Italia telah mengerahkan 3.500 personel polisi dan melarang demonstrasi selama 24 jam. Namun itu tak menghentikan aksi protes yang dilakukan 30 orang dari asosiasi Kurdi di Italia.

Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan operasi militer bertajuk 'Ranting Zaitun' melawan milisi Kesatuan Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG). Ankara melihat YPG sebagai kelompok teror yang mengancam teritorial Turki.

Militer Turki dan aliansi Ankara yang didukung pemberontak Suriah mencoba mengusir YPG dari perbatasan barat di Afrin. Namun operasi Ranting Zaitun menuai perlawanan sengit.

"Di Afrin, sebuah kejahatan kemanusiaan yang baru sedang berlangsung," kata asosiasi Kurdi.

"Setiap keluarga telah kehilangan dua atau tiga anak, namun apa salah orang-orang Kurdi? Inikah balasan dari perang melawan Daesh (ISIS)?," kata Rasho Mohmad, warga Kurdi Suriah.

Mohmad berpendapat seharusnya Paus tak usah bertemu Erdogan. Orang Kurdi menganggap Erdogan sebagai pembunuh.

Editor:Sisie
Sumber:detiknews.com
Kategori:Ragam
wwwwww