Inspiratif, Santri yang Dulu Obati Anjing Liar Terluka dan Pernah Jadi Penyapu Jalan, Kini Sukses Berbisnis Sambil Berdakwah

Inspiratif, Santri yang Dulu Obati Anjing Liar Terluka dan Pernah Jadi Penyapu Jalan, Kini Sukses Berbisnis Sambil Berdakwah
Abdul Wahab mengobati anjing liar yang terluka. (dream)
Jum'at, 02 Februari 2018 08:25 WIB
JAKARTA - Kerja keras dan keikhlasan telah mengubah hidup Abdul Wahab dari keadaan yang menyebabkannya dicemooh menjadi kesuksesan yang menuai kekaguman.

Dikutip dari dream.co.id, dua tahun lalu, tindakan mulia yang dilakukan Abdul Wahab menjadi pembicaraan pengguna media sosial. Ketika itu, Abdul Wahab yang masih nyantri itu mengobati anjing liar berwarna hitam penuh luka.

Dalam unggahan tertanggal 9 April 2016 itu, pria asal Tegal, Jawa Tengah itu membubuhkan keterangan. ''Kasihan sekali anjing ini. Tubuhnya banyak sekali luka dan sprti sangat kelaparan. Tadi aku ajak ke Pondok dan sdikit aku obati dan kasih makan,'' tulis Abdul.

''Walaupun najis tapi kata guruku 'puncak dari agama adalah cinta','' sambungnya.

Hampir dua tahun foto dan kisah itu diunggah ke Facebook. Kini, Abdul Wahab telah lulus dari pondok. Abdul sudah selesai mengabdi dan mengajarkan ilmu agamanya di Tanah Papua. Sejak 2017, dia menjadi CEO dan pendiri Santrionline.net, laman online berisi artikel mengenai Islam di Nusantara.

Kesibukan Abdul tak berhenti di situ. Kini dia juga aktif mengelola Distro Kang Santri. Bisnis kaos berdesain kekinian itu menyasar pasar santri generasi milenial.

''Alhamdulillah. 2017 Sambil mengelola @santrionline_ dan @distrokangsantri serta mengabdi di @nucare_lazisnu, Saya sekarang bekerja di 5 Perusahaan dan 3 Lembaga,'' tulis Abdul di Instagram pribadinya, @kangabdu.

Tak hanya menggeluti kewirausahaan, Abdul juga kerap membagi ilmunya. Dalam unggahannya, dia terlihat mengisi dakwah tiap Kamis ba'da Zuhur di Deutsche Bank Building, Jakarta Pusat.

Bekerja Penuh Ikhlas

Abdul bercerita, segala kesuksesan yang diraihnya merupakan keberkahan. ''Keberkahan seperti ini merupakan hasil dari bagaimana setia kepada sebuah proses,'' tulis dia.

Abdul mengaku, sebelum sukses pernah bekerja menjadi pencuci piring di sebuah rumah makan di Jakarta. Setelah menjadi pencuci piring, dia beralih profesi menjadi tukang sapu di jalan.

''Saat itu banyak hinaan, cemoohan orang yang sangat sering saya dengar,'' ucap dia.

Meski begitu, anak desa yang mengaku tak tamat SMP ini tetap menjalani hidupnya dengan ikhlas.

''Insya Allah kalo teman-teman mau setia pada proses dan selalu berusaha menjadi hamba yang gemar bersyukur teman-teman akan lebih segalanya dari pada saya ini,'' ucap dia.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww