Mengejutkan, Politisi Jerman Anti-Islam Memutuskan Jadi Mualaf, Alasannya . . . .

Mengejutkan, Politisi Jerman Anti-Islam Memutuskan Jadi Mualaf, Alasannya . . . .
Arthur Wagner. (bild.de)
Kamis, 25 Januari 2018 11:09 WIB
BONN - Arthur Wagner, anggota partai sayap kanan Jerman, Alternatif untuk Jerman atau AfD, secara mengejutkan memeluk agama Islam (jadi mualaf). Padahal sebelumnya Arthur merupakan politisi yang sangat anti Islam.

Dikutip dari republika.co.id, Arthur Wagner pernah menjadi anggota komite eksekutif partai di negara bagian Brandenburg namun baru-baru ini mengundurkan diri dengan alasan, yang menurutnya, tidak terkait.

Pria berusia 48 tahun itu -yang masih menjadi anggota partai-mengatakan kepada satu surat kabar bahwa alasannya adalah 'urusan pribadi'.

Partai kanan AfD tetapkan 'Islam tak cocok dengan budaya Jerman'. Di situsnya, AfD menyatakan bahwa 'Islam bukan milik Jerman'.

Para pendukung AfD juga menggelar unjuk rasa anti-Islam secara berkala. Dan tahun lalu, dalam pemilihan umum, partai ini menggunakan poster-poster yang menggambarkan istri yang mengenakan kerudung untuk mengangkat pesannya.

Bagaimanapun juru bicara partai di Brandenburg menegaskan bahwa pindah agamanya Wagner 'bukan persoalan bagi partai'.

''Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusi dalam kebebasan beragama,'' kata Daniel Friese seperti dikutip koran setempat.

Wagner -yang berdarah Rusia- sebelumnya merupakan anggota partai pimpinan Kanselir Angela Merkel, Partai Kristen Demokrat, CDU.

Namun dalam sebuah video yang diterbitkan tahun 2017, dia megatakan walau pernah merupakan pendukung Merkel, namun keputusan kanselir itu untuk membuka pintu bagi ratusan ribu pendatang pada masa krisis 2015-2016 membuktikan dia 'melakukan kesalahan besar' dengan mendukung Merkel.

Saat itu dia menyebut Jerman sudah 'bermutasi menjadi negara lain'. Wagner juga pernah tercatat bergabung dengan satu kelompok yang disebut 'Kaum Kristen di AfD'.

AfD mendapat kursi parlemen pertama dalam pemilihan lalu dan menjadi partai terbesar ketiga di Jerman dengan perolehan 12,6% suara.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww