Cegah Kanker Serviks, Vaksin HPV Sebaiknya Diberikan Sejak Dini

Cegah Kanker Serviks, Vaksin HPV Sebaiknya Diberikan Sejak Dini
Ilustrasi. (dream)
Senin, 22 Januari 2018 07:07 WIB
JAKARTA - Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia cukup tinggi. Dalam setiap 1.000 perempuan yang menjalani screening kanker serviks dengan pap smear, sebanyak 1,3 pasien positif kanker serviks. Demikian menurut data Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dikutip dari dream, dari data tersebut diperkirakan ada 70.000 penderita kanker serviks di Indonesia. Sayangnya, karena kanker serviks tidak bisa terdeteksi di stadium awal, sebanyak 94% akan meninggal dalam 2 tahun. Untuk itulah satu-satunya cara mencegah kanker serviks adalah dengan vaksin.

''Vaksinasi HPV (Human Pappiloma Virus) untuk mencegah kanker serviks belum menjadi program nasional. Baru sebagian kecil wilayah yang sudah melakukan yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya,'' ujar dr. Andrijono SpOG, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), dalam acara Forum Ngobras, di Jakarta Pusat.

Demi memperluas cakupan vaksinasi kanker serviks, Program Nasional Vaksinasi HPV saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah. Hal tersebut membuat Andri optimistis kasus kanker serviks di Indonesia bisa menurun.

''Waktu terbaik untuk vaksin HPV dibagi ke dalam 2 kelompok. Pertama pada anak perempuan kelompok usia 9-14 tahun dan kelompok usia 14-44 tahun,'' jelas Andri.

Menurut Andri, pemberian vaksin sedini mungkin pada perempuan Indonesia dikarenakan jumlah pernikahan muda yang terjadi di Indonesia masih sangat tinggi. Perempuan Indonesia

Banyak yang menikah di bawah umur 19 tahun. Oleh karena itu, di awal usia 10 tahun sebaiknya anak perempuan mulai diberikan vaksin.

''Dosis vaksinnya berbeda untuk setiap kelompok usia. Usia belasan dosis vaksinnya cukup dua dosis, dan pada perempuan dewasa diberikan 3 dosis,'' tegas Andri.

Andri menambahkan, di negara-negara maju, pemberian vaksin HPV telah menjadi program nasional dan terbukti secara efektif mengurangi risiko kanker serviks.

''Di negara-negara yang sudah menjalankan program vaksin HPV secara nasional, kejadian kanker serviks secara signifikan turun. Misalnya di Australia turun 50% setelah menjalankan program 10 tahun, bahkan Kanada dan Swedia turun 80-84%. Harapannya di Indonesia juga bisa turun,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww