Suhu di Kota Ini Minus 62 Derajat Celsius, Termometer Digital Pecah

Suhu di Kota Ini Minus 62 Derajat Celsius, Termometer Digital Pecah
Warga Oymyakon menunjukkan bulu mata yang beku. (siberian times/sindonews)
Rabu, 17 Januari 2018 12:12 WIB
OYMYAKON - Suhu di Oymyakon, salah satu kota terdingin di Rusia, terjun bebas, menyentuh minus 62 derajat Celsius.

Dikutip dari sindonews.com, termometer digital dilaporkan pecah karena suhu yang terlalu dingin.

Sejumlah turis mulai berdatangan ke kota yang terletak di Sakha itu.  Beberapa di antaranya adalah wisatawan dari China. Mereka mengaku penasaran sedingin apa kota dengan suhu sub-artik tersebut.  

Seorang turis China justru telanjang dada sambil mengguyur badannya dengan air. Seorang ballerina juga menampilkan kebolehannya menari di tempat terbuka. Hal itu diabadikan fotografer Petr Chugunov.

''Saya mengambil gambar itu saat suhu mencapai -41 derajat Celsius. Foto itu bukan hasil Photoshop,'' kata Chugunov kepada The Siberian Times.

Sejumlah netizen di Instagram mencemaskan kondisi kesehatan ballerina itu. Chugunov mengaku membawa mantel dan valenki yang dikenakan ballerina seusai sesi foto.

Suhu ekstrem tersebut bukanlah yang terdingin. Pada 1933 kota tersebut mencatat rekor setelah temperatur mencapai  -68 derajat Celsius pada 1933. Berdasarkan data satelit, saat itu kondisi di Antartika mencapai titik terendah, yakni -94,7 derajat Celsius.

Sekitar 500 orang tinggal di Oymyakon. Meski suhunya sangat dingin, sebagian dari mereka tetap pergi ke luar rumah untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Anastasia Gruzdeva, 24, juga berjalan-jalan. Dia memberitahukan kepada dunia betapa dinginnya kondisi di Oymyakon dengan memposting foto salju yang amat tebal.

''Saya memposting foto saya dan kawan-kawan dengan bulu mata yang tertutup es dan membeku,'' ujar Gruzdeva dilansir Independent.

Selain Oymyakon, beberapa tempat di berabagai belahan dunia juga mengalami suhu yang teramat minus. Mount Washington Observatory di New Hampshire, Amerika Serikat (AS), juga melalui suhu ekstrem, yakni -36 derajat Celsius, dan diklaim menjadi tempat kedua terdingin di dunia. Adapun kecepatan angin mencapai 100 miles per jam. Berdasarkan data satelite, suhu puncak di sana bahkan mencapai -78 derajat Celsius.

Kota Dudinka, Krasnoyarsk Krai, Rusia, menjadi kota dengan suhu terdingin di dunia. Suhu di kota yang terletak di atas Lingkar Arktik dan berada di sepanjang Sungai Yenisei itu rata-rata -33 derajat Celsius pada bulan Januari. Beberapa tahun lalu, sebagian kawasan Dudinka membeku akibat diterjang badai musim dingin.

Kota Harbin, Heilongjiang, China, juga sangat dingin. Kota berpenduduk 10 juta orang itu sering dijuluki kota es. Suhu rendah normal selama bulan Januari berkisar antara -24 derajat Celsius. Adapun selama musim dingin Harbin suhu di kota yang sering menjadi pusat festival es dan salju itu bisa mencapai -42 derajat Celsius.

Suhu ekstrem juga sering menerjang Kota Winnipeg, Manitoba, Kanada. Suhu di kota berpenduduk 715 ribu orang itu selama bulan Januari biasanya berkisar antara -22 derakat Celsius. Di sepanjang sejarah, Winnipeg pernah mengalami kondisi buruk. Suhu di sana pernah tercatat mencapai -45 derajat Celsius pada tahun 1966.

Kondisi tidak berbeda jauh juga dialami 282 ribu warga Yakutsk, Sakha, Rusia. Yakutsk berada beberapa ratus mile dari Lingkar Arktik. Suhu paling ekstrem yang pernah terjadi di kota itu pada bulan Januari ialah -41 derajat Celsius, sedangkan rekor suhu terburuk yang pernah tercatat ialah -64 derajat celsius pada 1891.

Yellowknife, Northwest Territories, Kanada, juga mengalami suhu ekstrem selama musim dingin. Jalan raya di sana akan tampak dilapisi es. Akibat iklim sub-arktik, suhu rendah normal selama bulan Januari bisa mencapai -32 derajat Celsius. Adapun suhu terburuk yang pernah tercatat ialah -51 derajat Celsius pada tahun 1947.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww