Taplau, Pesona Indah di Jantung Kota Padang Sumatera Barat

Taplau, Pesona Indah di Jantung Kota Padang Sumatera Barat
Kawasan Wisata Tapi Laut Padang Sumatera Barat
Minggu, 07 Januari 2018 21:00 WIB
INGIN mengamati dan menikmati keindahan fenomena matahari yang perlahan-lahan mulai turun, dan menyentuh cakrawala serta menebar sinar terakhir yang sering disebut dengan sunset di kota Padang, Sumatera Barat? Tak salah jika Anda segera beranjak menuju lokasi objek wisata Taplau alias Tapi Laut.

Bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara, kata Taplau sudah tidak asing lagi terdengar. Taplau merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kota Padang. Taplau merupakan kepanjangan dari tapi lauik yang dalam bahasa Indonesia berarti tepi laut.

Kawasan ini sangat strategis. Berada di jantung Kota Padang, di sekitar lokasi Taplau sangat banyak terdapat hotel berbintang maupun penginapan sederhana yang memberikan pilihan untuk menginap kepada seluruh wisatawan yang datang.

Hampir setiap hari, lokasi ini sangat ramai dikunjungi wisatawan. Akses yang mudah dan lokasi yang indah, membuat Taplau selalu dipadati pengunjung yang ingin menyegarkan pikiran dari segala rutinitas sehari-hari.

Sala lauak, pisang dan jagung bakar, kacang rebus, es kelapa muda, langkitang, kerupuk kuah, satu dari sekian banyak kuliner yang siap menanti kedatangan Anda. Sekali datang, dipastikan Anda ingin kembali lagi.

Banyaknya warung-warung yang menyajikan berbagai macam jenis kuliner khas Ranah Minang, membuat satu dari sekian banyak alasan kawasan ini selalu dipadati, tidak hanya saat hari libur, namun hampir setiap pagi dan sore. Bahkan lokasi Taplau kini sudah menjadi lokasi favorit bagi warga untuk berolahraga.

Lokasi ini terletak pada kawasan padat perkotaan di Kecamatan Padang Barat, dan membentang dari daerah Purus hingga muara Batang Arau. Pantai ini berjarak kurang lebih 23 kilometer dari Bandar Udara Internasional Minangkabau atau 30 menit perjalanan darat dengan kendaraan roda dua atau empat.

Di sepanjang bentangan Taplau, selain dapat melihat keindahan pantai dan menikmati sajian kuliner yang dijajakan oleh para pedagang, Anda juga dapat melihat secara langsung kawasan kota tua Padang dan jembatan Siti Nurbaya.

Tak hanya itu, menyeberang sedikit melalui jembatan Siti Nurbaya, Anda akan sampai di kawasan Gunung Padang, di mana konon terdapat makam Siti Nurbaya, tokoh legenda percintaan asal Minangkabau.

Walau masih terdapat banyak sampah, terutama di saat curah hujan tinggi, namun pada tahun 2015 silam, kawasan Taplau ini juga sudah termasuk dalam 10 kawasan bebas sampah yang dilindungi oleh Perda Nomor 21 tahun 2012.

Untuk terus meningkatkan angka kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota Padang hingga saat ini terus melakukan pembenahan dengan mempercantik kawasan Taplau. Tugu IORA, Tugu Perdamaian, dan kawasan Pantai Muaro Lasak merupakan tiga upaya yang dilakukan Pemkot Padang mempercantik kawasan ini.

Dan guna memberikan sensasi lebih kepada wisatawan, Pemkot Padang, beberapa waktu lalu meluncurkan paket wisata menggunakan moda transportasi tradisional bendi atau delman. Sedikitnya, 40 kusir bendi hingga saat ini sudah dikumpulkan.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, bendi saat ini sudah semakin ditinggalkan, seiring dengan banyaknya moda transportasi lain, termasuk transportasi online. Padahal, bendi pada zaman dahulu merupakan alat transportasi yang sangat diminati.

Karena itu, Pemkot Padang mencoba menyelamatkan dan membantu mencarikan pangsa pasar baru untuk kelangsungan bendi. Selain itu, bendi diyakini akan mampu menjadi daya tarik wisatawan, khususnya mancanegara. Seluruh kusir bendi ini akan membawa wisatawan berkeliling Taplau dengan tarif yang telah disepakati bersama, yakni Rp50 ribu per 30 menit.

Jadi, tak salah jika berada di Kota Padang, sisihkan sedikit waktu luang untuk berkunjung ke kawasan Taplau. Dijamin, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda dibandingkan ketika Anda berada di objek wisata lainnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:viva.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww