Tajuk Rencana

Peta Berubah, Pilgubri 2018 Diperkirakan Hanya Diikuti 2 - 3 Pasangan Pasca Penetapan Arsyadjuliandi Rachman Sebagai Calon PDIP

Peta Berubah, Pilgubri 2018 Diperkirakan Hanya Diikuti 2 - 3 Pasangan Pasca Penetapan Arsyadjuliandi Rachman Sebagai Calon PDIP
Arsyadjuliandi Rachman (kanan) dan Suyatno (kiri)
Minggu, 17 Desember 2017 15:09 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PETA politik di Riau cepat berubah pasca penetapan calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Minggu (17/12/2017). Dari 65 perolehan kursi partai politik di DPRD Riau, 23 kursi sudah diambil oleh pasangan Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno, otomatis hanya tersisa 42 kursi partai.

Pengumuman yang langsung disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri itu telah mengubah dan mengoyakkan peta politik yang selama ini diorat-oret pengamat dan praktisi. Maka peta baru pun harus disusun terutama oleh pengusung dan pendukung calon lainnya.

Yang jelas, jika sebelumnya HM Harris diperkirakan akan diusung PDIP, dengan terpaksa harus segera mencari perahu ''gemuk'' baru yang memiliki banyak kursi seperti PDIP, dimana partai berlambang banteng ini memiliki 9 kursi di DPRD Riau. Selain PDIP, kursi 'besar' juga dimiliki Partai Demokrat dengan 9 kursi, lantas sisanya ada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra dengan masing-masing memiliki 7 kursi, PKB dengan 6 kursi, PPP memiliki 5 kursi, PKS dan Nasdem masing-masing 3 kursi, dan terakhir Hanura dengan 2 kursi.

Jika merujuk dari aliran politik dan kecenderungan dalam 'bargaining' politik, diperkirakan Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno, masih bisa meraih dukungan dua partai lagi diluar Golkar dan PDIP. Jika pasangan ini benar-benar berhasil, besar kemungkinan memperoleh dukungan 30 - 36 kursi. Artinya hanya tersisa 30 kursi yang akan diperebutkan dua pasangan calon lagi dengan bilangan pembagi 13 kursi sebagai syarat mengusung.

Yang jelas, jika Syamsuar, HM Harris, Lukman Eddy, Firdaus dan Ahmad menyatu, besar kemungkinan Demokrat dan Gerindra beserta koalisi masing-masing akan jadi pengusung kedua dan ketiga pada Pilgubri, artinya hanya akan ada 3 pasangan calon di Pilgubri 2018.

Dengan 2 - 3 tiga pasangan calon, tentu ini akan menjadi barometer baru bagi Riau dimana tahapan Pilgubri akan menjadi kristalisasi dari keinginan rakyat sejak awal, dimana pilihan sudah harus matang sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum. Dengan pasangan calon yang hanya paling banyak 3 orang, maka nilai bargaining partai akan 'tertekan' oleh keinginan untuk memenangkan Pilgubri.

Namun dibalik itu semua, penetapan calon PDIP ini tentu diharapkan menjadi ajang uji publik, dimana keberanian Golkar dan PDIP menetapkan pasangan calon lebih awal, sudah menunjukkan sikap yang konsisten dan tanpa keraguan terhadap kepribadian dan ketokohan calon. Potensi yang akan diraih tentu akan semakin besar, namun konsekwensi lain tentu akan seimbang karena rakyat akan mendapat umpan balik yang terlalu lama untuk melihat kinerja calon.

Namun dibalik hiruk pikuk penetapan calon itu, rakyat tentu sangat berharap, Pilgubri 2018 menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Riau ke arah kemajuan dan mampu mensejajarkan diri dengan daerah lain. Bagi rakyat, sisi kehidupan mereka merupakan hal yang lebih penting ketimbang proses dan penetapan pemenang, khususnya di bidang pendidikan, infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Karenanya, siapapun yang terpilih haruslah mampu membawa impian rakyat itu menjadi kenyataan. ***

Kategori:Ragam
wwwwww