Jelang 'Hari Kemarahan' Palestina, Israel Kerahkan Pasukan Tambahan

Jelang Hari Kemarahan Palestina, Israel Kerahkan Pasukan Tambahan
aksi demo warga Palestina memprotes pengumuman Trump soal Yerusalem (Foto: Dok. REUTERS/Mohammed Salem)
Jum'at, 08 Desember 2017 22:45 WIB
TEL AVIV - Israel mengerahkan tambahan ratusan tentara ke kota-kota di Palestina sebagai antisipasi aksi protes besar-besaran di 'hari kemarahan' terhadap pengakuan resmi AS soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Beberapa ratus polisi tambahan dan polisi perbatasan telah ditempatkan di dalam Kota Tua dan sekitarnya," kata juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld seperti dilansir Press TV, Jumat (8/12/2017).

Dalam pidatonya pada Rabu (6/12) waktu setempat, Presiden Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengumuman itu disampaikan meski para pemimpin dunia sebelumnya telah mengingatkan, bahwa langkah tersebut akan memicu gelombang kekerasan baru di kawasan Timur Tengah.

Dalam pidatonya di Gedung Putih tersebut, Trump menyatakan bahwa pemerintahnya juga akan memulai proses pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Yerusalem. Proses pemindahan tersebut diperkirakan akan berlangsung beberapa tahun.

"Saya telah memutuskan bahwa inilah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Trump dalam pidatonya seraya mengatakan bahwa dengan langkah ini, dirinya menepati salah satu janjinya saat kampanye kepresidenan.

Pidato Trump tersebut menuai kecaman keras dari seluruh dunia. Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyebut keputusan AS itu "agresi atas rakyat kami dan perang terjadap kesucian kami." Dia pun menyerukan 'hari kemarahan' terhadap Israel dan AS. Haniyeh juga menyerukan rakyat Palestina untuk melakukan intifada atau pemberontakan terhadap Israel, yang harus dimulai hari Jumat ini. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww