Tak Miliki Identitas, Nasib Gadis Malaysia Ini Sangat Memilukan

Tak Miliki Identitas, Nasib Gadis Malaysia Ini Sangat Memilukan
Ilustrasi. (dream)
Minggu, 03 Desember 2017 15:54 WIB
KUALA LUMPUR - Rasanya sulit dipercaya bila ada orang yang tidak memiliki identitas. Namun inilah yang terjadi pada diri seorang gadis di Malaysia.

Gadis yang menduga-duga usianya sekitar 23 tahun ini dikenal sebagai Ain. Dia tidak punya akta kelahiran atau kartu pengenal yang bisa menjelaskan identitasnya.

Meski mengaku berusia sekitar 23 tahun, Ain sebenarnya tidak tahu kapan dia lahir. Dia hanya menebak-nebak saja.

''Saya ingin berkeluarga, dan tahun depan saya memang berencana untuk menikah. Calon suami saya sudah ada, tapi bagaimana saya mengisi formulir jika saya tidak memiliki identitas,'' kata dia, sebagaimana dikutip laman Siakapkeli.

Dia berharap menjadi warga negara yang sah, mengantongi identitas negeri jiran itu. Sehingga tidak lagi hidup dalam ketakutan. ''Tapi sampai sekarang saya tidak tahu asal atau siapa yang melahirkan saya,'' tambah dia.

Ain mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu dia telah beberapa kali ke Kantor Catatan Sipil Malaysia (NRD) di Putrajaya untuk mengajukan MyKad (KTP).

Tapi, dia kecewa karena permohonannya ditolak sebab dia tidak memiliki catatan akta kelahiran yang membuktikan bahwa dia lahir di negara ini.

Ain juga merasa dirinya bagaikan orang yang yang hanyut karena tanpa dokumen identitas. Tidak ada yang mau menerimanya sebagai warga negara yang sah.

Gadis itu menceritakan kisah hidupnya bahwa ketika dia masih kecil, dia dibesarkan di Jalan Chow Kit, Kuala Lumpur sebelum diadopsi oleh sebuah keluarga pada usia sekitar enam tahun.

Dia kemudian diserahkan ke keluarga angkat lain beberapa tahun kemudian.

''Saya tidak ingat apapun saat itu. Di samping dua keluarga angkat yang tinggal di Ampang, Selangor dan Kuala Lumpur, saya belum pernah ke sekolah selain tidak memiliki nama resmi.''

Ain sebenarnya bukan nama aslinya. Nama itu berasal dari keluarga angkatnya. ''Jadi saya anggap itu nama resmi saya. Umur juga saya kira-kira saja karena tidak tahu tahun berapa dilahirkan,'' ucap dia.

Ketika Ain tinggal bersama keluarga angkat itu, dia terpaksa melakukan pelbagai pekerjaan orang dewasa seperti menjual sate, membersihkan ayam dan ikan serta menjadi pembantu di toko.

Sebagai seorang kanak-kanak pada ketika itu, Ain ingin bersekolah namun tidak diizinkan karena tidak mempunyai catatan akta kelahiran. Inilah yang membuatnya dia hidup tertekan.

Pada usia 12 atau 13 tahun, dia nekat melarikan diri dari keluarga angkat dan kembali ke Chow Kit. Ain kemudian ditakdirkan bertemu dengan seorang transgender yang menjaganya selama beberapa tahun.

Selain mencuci piring di restoran, Ain sangat senang karena transgender itu mau mengajarinya untuk membaca dan menghitung.

''Namun, saya diminta keluar dari rumahnya karena khawatir dia ditangkap sebab mengasuh orang tanpa identitas. Dengan menggunakan tabungan dari bekerja di restoran, saya mencari pekerjaan lain dan hidup mandiri sampai sekarang.''

''Saya kemudian mencoba untuk melacak orang-orang yang pernah mengasuh saya, termasuk transgender itu, tapi gagal. Rumah tempat saya tinggal sebelumnya sudah tidak lagi dan telah berubah menjadi perumahan.''

''Yang lebih menyulitkan lagi, saya tidak tahu siapa mereka, karena tahu hanya dari nama panggilan, bukan nama lengkap mereka. Saya berharap bertemu orang tua jika ada rezeki. Kalau sebaliknya, apa boleh buat,'' keluh gadis itu lagi.

Hidup Ain bertambah menyedihkan karena dia pernah kehilangan uang sebanyak 5 ribu ringgit, setara Rp16,4 juta, karena ditipu lelaki yang mengaku sebagai pegawai NRD.

Lelaki itu mengklaim dapat membantu Ain mendapatkan MyKad yang sangat diinginkannya melalui jalur tak resmi.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww