Dihina 'Tua' oleh Kim Jong Un, Trump tak akan Balas 'Pendek dan Gendut'

Dihina Tua oleh Kim Jong Un, Trump tak akan Balas Pendek dan Gendut
Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Lee Jin-man/Pool)
Senin, 13 November 2017 09:31 WIB
DA NANG, Vietnam - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam tweetnya menuliskan dia dihina 'tua' oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Meski begitu, Trump mengaku tak akan membalasnya.

Dilansir dari Reuters, Minggu (12/11/2017), Trump tak akan membalas dengan mengatakan Kim Jong Un pendek dan juga gendut. Cuitan tersebut disampaikan Trump usai menghadiri KTT APEC di Da Nang, Vietnam. 


Dalam rangkaian tweetnya, Trump juga mengatakan Presiden China Xi Jinping telah 'menjatuhkan sanksi' kepada Korut terkait program nuklir dan misil mereka dan Xi juga meminta Korut melakukan 'denuklirisasi'. 

Dalam kunjungan Trump ke Beijing pekan lalu, Xi menegaskan China akan berusaha melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Hanya saja Xi tak menjelaskan apakah China akan mengubah taktik untuk terhadap Korea Utara.

Sebelumnya, dilansir AFP dan Reuters, Otoritas Korea Utara (Korut) mengomentari kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke kawasan Asia. Dalam komentarnya, Korut menyebut Trump sebagai 'penghancur' dan 'penghasut perang'. 

Korut juga menyebut Trump memohon agar perang terjadi di Semenanjung Korea. Komentar ini merupakan komentar pertama Korut soal kunjungan kenegaraan Trump ke Asia. Sejak awal November lalu, Trump telah mengunjungi Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China. 

Dari berbagai kunjungannya di Jepang, China, dan Korea Selatan, Trump memang banyak membahas soal ancaman nuklir Korut. Dia bahkan berupaya menggalang dukungan internasional untuk menghentikan program nuklir rezim komunis itu. Trump menyerukan dunia internasional untuk bersatu melawan Korut.

Saat menutup kunjungannya di Korsel, pada Rabu (8/11), Trump memperingatkan Korut untuk tidak meremehkan AS. Namun Trump juga menawarkan pemimpin Korut Kim Jong-Un nasib baik jika dia bersedia menghentikan ambisi nuklirnya. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww