Spesies Baru Orangutan Ditemukan di Batang Toru, Berbulu Tebal dan Keriting

Spesies Baru Orangutan Ditemukan di Batang Toru, Berbulu Tebal dan Keriting
Pongo Tapanuliensis, spesies baru orangutan. (viva.co.id)
Minggu, 05 November 2017 06:57 WIB
JAKARTA - Spesies baru orangutan ditemukan di habitat terisolir di Ekosistem Batang Toru, di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Spesies itu disebut Orangutan Tapanuli atau dalam bahasa ilmiahnya Pongo Tapanuliensis.

Orangutan Tapanuli ditemukan gabungan peneliti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (UNAS), dengan Yayasan Ekosistem Lestari Program Konservasi Orangutan Sumatra (YEL-SOCP) dan berbagai universitas lain di mancanegara, sejumlah tim peneliti yang bergerak di bidang genomik-genetika konservasi, morfologi, ekologi, serta perilaku primata

Dalam siaran pers resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup disebutkan, Jumat, 3 November 2017, hasil penelitian ini dilaporkan di dalam salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology, di mana kategori jenis orangutan baru dengan nama ilmiah Pongo Tapanuliensis atau Orangutan Tapanuli dinobatkan sebagai spesies orangutan ketiga, setelah Pongo Pygmaeus (Orangutan Kalimantan) dan Pongo Abelii (Orangutan Sumatera).

Bukti pertama yang mengukuhkan Orangutan Tapanuli sebagai kategori spesies baru terlihat dengan terpaparnya perbedaan genetik yang sangat besar di antara ketiga jenis orangutan (melebihi perbedaan genetik antara gorila dataran tinggi dan rendah maupun antara simpanse dan bonobo di Afrika). 

Orangutan Tapanuli  diduga merupakan keturunan langsung dari nenek moyang orangutan yang bermigrasi dari Dataran Asia pada masa Pleistosen (+ 3.4 juta tahun silam).

Perbedaan morfologi lain terlihat dari ukuran tengkorak dan tulang rahang lebih kecil dibandingkan dengan kedua spesies lainnya, serta bulu di seluruh tubuh Orangutan Tapanuli  yang lebih tebal dan keriting. 

Pengukuran tengkorak dan tulang rahang ini dilakukan peneliti Anton Nurcahyo sebagai bagian dari studi doktoralnya yang sedang ia selesaikan di Australian National University (ANU) bersama dengan pakar taksonomi primata Prof. Dr. Colin Groves. 

''Kami sangat terkejut sekaligus senang ketika menemukan ukuran tengkorak yang sangat berbeda secara karakteristik dibandingkan dengan spesies lainnya,'' kata Anton.

Berdasarkan studi perilaku dan ekologi, Orangutan Tapanuli  juga diketahui memiliki jenis panggilan jarak jauh/ long call (cara jantan menyebarkan informasi) yang berbeda serta jenis pakan unik dari jenis buah-buahan yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru.

  Peninjauan terakhir terhadap jumlah populasi Orangutan Tapanuli dilaporkan pada tahun 2016, di mana hanya tersisa tidak lebih dari 800 individu hidup yang tersebar di tiga populasi terfragmentasi di Ekosistem Batang Toru. 

''Terdapat tekanan antropogenik yang kuat terhadap keberadaan populasi Orangutan Tapanuli karena konversi hutan dan perkembangan lainnya,'' ujar Dr. Puji Rianti, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor yang mempelajari genetika konservasi dari spesies orangutan di Sumatera.

Dr Rianti menuturkan, tindakan mendesak diperlukan untuk meninjau ulang usulan-usulan pengembangan daerah di wilayah ini sehingga ekosistem alami tetap terjaga demi keberlangsungan hidup orangutan tapanuli di masa depan.

Saat ini kawasan Ekosistem Batang Toru merupakan habitat terakhir bagi Orangutan Tapanuli  dengan jumlah individu terpadat. Oleh karena itu, sebagian kawasan ekosistem Batang Toru telah ditetapkan Menteri LHK melalui Nomor : SK.637/MenLHK-Setjen/2015, tanggal 14 Desember 2015, menjadi KPH Lindung atau KPHL XXIV, KPHL XXV, dan KPHL XXVII, dipayungi KPHL XI pada tahun 2015. Pengelolaan KPHL-KPHL tersebut perlu memprioritaskan upaya-upaya perlindungan bagi spesies orangutan jenis baru.

''Pemerintah Indonesia sangat gembira dan bangga terhadap penemuan ini,'' ujar Menteri LHK,Siti Nurbaya Bakar.

Menteri juga berpendapat bahwa penemuan ini semakin menunjukkan betapa kayanya wilayah Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang masih relatif sedikit diketahui. 

''Kami sangat bertekad untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies kera besar ini, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, para peneliti, LSM, sivitas akademika, aktivis lingkungan, masyarakat dan para pihak lainnya. Kami menyadari bahwa Indonesia semakin memainkan peranan kunci dalam konservasi kehidupan global seluruh kera besar di dunia,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:Ragam

GoSumbar.com Rasulullah SAW Suruh Umatnya Duduk Saat Buang Air Kecil, Ternyata Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Pria
GoSumbar.com Tradisi Unik, Para Wanita di Pegunungan Himalaya Miliki Beberapa Suami, Ini Sejumlah Alasannya
GoSumbar.com Unik, Wanita Suku Ini Boleh Berganti Suami Setiap Malam
GoSumbar.com Rutinlah Konsumsi Buah Nangka, Ini 8 Khasiatnya bagi Kesehatan, Termasuk Cegah Kanker dan Turunkan Berat Badan
GoSumbar.com Masyarakat Korsel Pilih Pelihara Hewan dari pada Punya Anak, Ini Penyebabnya
GoSumbar.com Tunda Pengobatan Leukimia Demi Bayinya, Brianna Meninggal Bebeberapa Hari Usai Melahirkan
GoSumbar.com Model Supercantik Ini Ternyata Bukan Manusia, Melainkan . . . .
GoSumbar.com Dihujat karena Masih Susui Putranya Berusia 7 Tahun, Begini Jawaban Wanita Ini
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, MacKenzie Mendadak Jadi Wanita Terkaya di Dunia, Hartanya Rp978,24 Triliun
GoSumbar.com Mengenang Ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo Sang Begawan dan Arsitek Ekonomi Indonesia, Mengubah Struktur Kolonial ke Nasional
GoSumbar.com Tampil Kompak, Prabowo - Sandiaga Dinilai Paling Cocok Pimpin Indonesia
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, Wanita Ini Bakal Terima Rp967,5 Triliun
GoSumbar.com Beruntunglah Orangtua Memiliki Anak Perempuan, Ini Keutamaannya
GoSumbar.com April Fuller, Mahasiswi Sastra Inggris yang Jadi Muslimah karena Anggap Islam Rasional, Tak Goyah Meski Dituduh Kakeknya Teroris
GoSumbar.com Setelah 25 Tahun Menikah, Wanita Cantik Lulusan Sastra Inggris Ini Putuskan Bercerai dengan Orang Terkaya Dunia
GoSumbar.com Cordoba, Kota Islam Terbesar di Eropa yang Lenyap, Masjid Termegah Berubah Jadi Gereja Katedral
GoSumbar.com Aktor Senior Torro Margens Tutup Usia
GoSumbar.com Kanker Usus Besar Bisa Dicegah, Begini Caranya
wwwwww