6 Tipe Wanita yang Berisiko Tinggi Terserang Kanker Payudara

6 Tipe Wanita yang Berisiko Tinggi Terserang Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (deherba)
Sabtu, 21 Oktober 2017 07:15 WIB
KANKER payudara merupakan pembunuh nomor satu kaum wanita. Karena itu, pengetahuan tentang penyebab dan cara mencegah penyakit ganas ini sangat diperlukan.

Dilansir dari boldsky.com, berikut enam tipe wanita yang berisiko tinggi terserang kanker payudara.

1. Membawa gen keturunan

Para peneliti mengidentifikasi bahwa garis keturunan menjadi faktor terbesar penyebab kanker berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa 45% hingga 65% kanker payudara berasal dari mutasi genetik.

Untuk itu, kamu patut mengetahui apakah kamu membawa gen tersebut dengan memahami silsilah keluarga, apakah ibu, nenek, saudara perempuan, atau bibimu pernah mengalaminya atau tidak.

2. Berusia di atas 50 tahun

Sekitar 5% wanita di bawah usia 50 tahun terdiagnosis penyakit kanker payudara. Namun seiring bertambahnya usia, risiko ini meningkat drastis ketika wanita menginjak usia 50 tahun ke atas.

Faktanya, penelitian juga menunjukkan bahwa risiko terkena kanker payudara ini juga akan meningkat drastis pada wanita yang berusia di atas 70 tahun.

3. Telat hamil atau memilih tidak hamil

Wanita yang hamil di atas usia 30 tahun berisiko 40% lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang melahirkan pada usia 20-25 tahun. Hal ini disebabkan karena mutasi genetik menjadi lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia.

4. Menstruasi dini atau menopause yang terlambat

Paparan jangka panjang dari hormon estrogen dan progesteron bisa meningkatkan risiko wanita untuk terkena kanker payudara. Hal ini bisa terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun) atau terlambat mengalami menopause (setelah usia 55 tahun).

5. Terapi hormon

Contoh dari terapi hormon adalah terapi yang biasa digunakan oleh wanita yang mengalami menopause. Terapi ini berfungsi untuk mengendalikan tingkat stres yang biasanya terjadi ketika wanita memasuki usia menopause. Dan penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menjalani terapi hormon kombinasi dari estrogen dan progestin ini memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker payudara.

6. Pengguna pil KB

Selain memiliki efek positif yaitu untuk mengurangi risiko kanker rahim dan kanker ovarium, pil KB di sisi lain juga memiliki efek samping yang membahayakan yaitu bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Oleh karena itu Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww