Sakit Kepala Usai Berhubungan, Mungkin Saja Gejala Stroke, Sebaiknya Anda Baca Ulasan Berikut Ini

Sakit Kepala Usai Berhubungan, Mungkin Saja Gejala Stroke, Sebaiknya Anda Baca Ulasan Berikut Ini
Ilustrasi. (merdeka)
Rabu, 27 September 2017 09:44 WIB
JAKARTA - Berhubungan intim merupakan kewajiban yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun sebagian orang merasa tidak nyaman sebelum, saat atau usai berhubungan intim, karena diserang sakit kepala.

Mungkin Anda termasuk yang pernah atau sering mengalaminya. Kalau benar, sebaiknya Anda membaca ulasan berikut ini.

1. Bagaimana sakit kepala itu bisa terjadi?

Ada beberapa tipe. Yang pertama adalah dimulai perlahan di bagian leher dan kepala saat Anda 'bersenang-senang' di ranjang. Kemudian berangsur-angsur menyerang kepala dengan ringan, lantas berubah hebat dan disertai dengan rasa nyeri.

Tipe kedua adalah sakit kepala menyerang dengan cara yang tiba-tiba alias tidak terduga. Ini cenderung parah dan berdenyut-denyut di bagian kepala. Sakit kepala pada tipe kedua ini biasanya terjadi saat orgasme.

Tipe ketiga ini lain lagi. Ada jenis sakit kepala seks yang terjadi setelah berhubungan intim. Kepala tampaknya lebih sakit ketika Anda berdiri. Namun akan berkurang jika Anda berbaring.

2. Apakah ini berbahaya?

Ada kalanya ini terjadi sesekali. Namun bagi sebagian orang, sakit kepala tersebut terjadi setiap setelah berhubungan intim.

Jika ditanya apakah ini berbahaya? Sebenarnya tidak. Sakit kepala ini memang sangat menyiksa, namun tidak dianggap sebagai ancaman kehidupan yang besar. Sehingga Anda bisa bernapas lebih lega jika memang kebetulan mengalami hal ini.

3. Kapan seseorang boleh khawatir dengan gejala ini?

Pada beberapa orang, sakit kepala bisa jadi tanda adanya hal lain yang serius. Misalnya sakit kepala juga bisa menjadi tanda adanya stroke, hemorrhage, aneurisma atau masalah arteri serviks.

Sebaiknya jika memang sudah terjadi berkali-kali dan itu cukup menyiksa, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

4. Apa yang harus diperhatikan?

Jika sakit kepala hanya datang sesekali dan pergi tanpa pamit, Anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi perhatikan gejala lain seperti jika Anda mengalami muntah, pingsan atau sakit leher. Biasanya sakit leher itu terasa kaku dan sulit bergerak berhari-hari.

Nah, saat sakit kepala itu dibarengi dengan gejala-gejala itu maka bisa sangat berbahaya. Konsultasikan dengan dokter.

5. Siapa yang paling rentan?

Menurut statistik, pria cenderung menderita sakit kepala ini ketimbang wanita. Selain itu, mereka yang menderita gula darah rendah juga akan kerap mengalami sakit kepala saat berhubungan seks dengan pasangan.

6. Apakah ada obat alami?

Mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium bisa membantu. Anda bisa mengonsumsi sayuran hijau, kacang mente, kacang almond, dan avokad. Selain itu, Anda juga harus menghindari alkohol.

Semoga bermanfaat.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww