Sekelompok Wanita Ajukan Class Action Gara-gara Operasi Payudara

Sekelompok Wanita Ajukan Class Action Gara-gara Operasi Payudara
Amy Rickhuss, seorang pasien yang menderita jantung berhenti berdetak gara-gara operasi payudara. (kompas.com)
Selasa, 19 September 2017 07:17 WIB
SERINGNYA terjadi kelalaian saat operasi payudara yang menyebabkan pasien sangat dirugikan, menjadi alasan sekelompok wanita di Australia mengajukan class action kepada salah satu penyedia operasi kosmetik terbesar di negeri itu, The Cosmetic Institute (TCI).

TCI dinilai telah melakukan banyak kelalaian selama prosedur pembesaran payudara yang membuat para wanita mengalami komplikasi yang membahayakan nyawa.

Class action atau class representative adalah pranata hukum yang berasal dari sistem common law.

Kendati demikian, banyak juga negara-negara yang menganut sistem civil law (seperti juga Indonesia) mengadopsi prinsip tersebut ini. 

Class action adalah suatu cara yang diberikan kepada sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dalam suatu masalah, baik seorang atau lebih menggugat atau digugat sebagai perwakilan kelompok, tanpa harus turut serta dari setiap anggota kelompok.

Kasus yang diajukan ke Mahkamah Agung negara bagian New South Wales, mengklaim bahwa TCI melanggar tugas perawatannya kepada pasien.

TCI menggunakan pendekatan "satu ukuran sesuai untuk semua" terhadap pembesaran payudara.

Gugatan ini juga menuduh staf TCI tidak memiliki kapasitas mengakses bantuan medis dalam keadaan darurat, dan klinik tersebut tidak memiliki kontrol infeksi yang memadai.

"Wanita-wanita ini telah mengalami berbagai komplikasi termasuk jantung berhenti bekerja akibat dari dosis anestesi beracun, cedera paru-paru atau lung puncture, infeksi, dan kerusakan fisik."

Demikian dikatakan pengacara Sally Gleeson dari kantor Turner Freeman.

Salah seorang dari lima penggugat utama adalah wanita asal Australia Barat yang pada tahun 2015 mengalami serangan jantung, saat melakukan pembesaran payudara di klinik TCI di Parramatta.

Peserta class action lainnya termasuk wanita asal New South yang menderita kejang selama menjalani operasi, dan seorang mahasiswi di Queensland yang membutuhkan operasi darurat setelah mengalami infeksi parah pasca operasi.

"Perusahaan The Cosmetics Institute telah menimbulkan sejumlah korban yang dijanjikan operasi kosmetik berkualitas tinggi dalam lingkungan medis yang canggih."

"Namun sebaliknya, mereka malah mengalami cedera serius dan penderitaan yang terus berlanjut sebagai hasil dari pengobatan mereka," kata Gleeson.

Gugatan ini juga menuduh TCI menggunakan teknik bedah yang sama pada hampir semua pasien, terlepas dari ukuran atau bentuk payudara mereka.

Hal ini mengakibatkan implan dan jaringan parut yang tidak tepat.

The Cosmetic Institute menggambarkan perusahaannya sebagai operator "pembesaran payudara terbesar" di Australia.

Kliniknya berada di Sydney, Gold Coast, dan Melbourne, dan menawarkan operasi pembesaran payudara seharga 5.990 dollar Australia, atau sekitar Rp 63,5 juta.

Tahun lalu, penyelidikan Komisi Pengaduan Perawatan Kesehatan New South Wales menemukan TCI memberikan anestesi dosis tinggi kepada pasien tanpa persetujuan mereka.

"Adrenalin digunakan secara rutin (dikombinasikan dengan agen anestesi lokal) di atas batas dosis aman yang diterima." 

Komisi ini juga menemukan klinik TCI telah  menempatkan kesehatan dan keselamatan warga masyarakat dalam risiko.

Kepada ABC, kuasa hukum penggugat, Sally Gleeson mengaku telah didekati ratusan wanita yang tidak puas dengan operasi mereka di TCI sejak tahun 2014.

"Jika kita menganggap klaim TCI di situs mereka akurat, mereka telah melakukan pembesaran payudara pada ribuan wanita."

"Jadi saya tidak kaget jika lebih banyak wanita terus melaporkan kasus mereka," kata dia.

"Setiap pasien layak mendapatkan perawatan yang kompeten dan perawatan lanjutan."

"Class action ini adalah upaya memberikan keadilan bagi kelompok wanita ini yang terus menderita akibat kegagalan TCI dalam menerapkan prosedur dengan tepat dan aman."

Turner Freeman mengatakan pasien TCI yang memiliki komplikasi masih bisa mengikuti class action.

The Cosmetic Institute mengatakan tidak akan membahas kasus ini secara terbuka.

"Jika hal ini berlanjut, kami akan membantah setiap tuduhan yang diajukan terhadap TCI," kata perusahaan tersebut dalam pernyataannya kepada ABC.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww