Melissa Temukan Hidayah Saat Belajar Perbandingan Agama

Melissa Temukan Hidayah Saat Belajar Perbandingan Agama
Ilustrasi mualaf. (republika.co.I'd)
Kamis, 17 Agustus 2017 22:00 WIB
MELISSA Yassini terlahir sebagai anak haram dari seorang ibu pecandu narkotika, di Texas. Beruntung dia memiliki kakek dan nenek, sehingga hidupnya tidak terlantar.

''Ibu saya adalah pencandu narkoba. Ketika mengandung saya, dia masih berumur 20 tahun,'' ujar Melissa membuka kisah hidupnya, seperti dikutip dari  I Found Islam.

Saat tengah mengandung dirinya itu, ibu kandung Melissa sempat masuk penjara lantaran terjerat kasus hukum. Nenek Melissa akhirnya terpaksa menggadaikan rumah untuk membebaskan sang ibu, dua pekan sebelum kelahirannya.

“Begitu saya lahir, nenek dan kakek membawa saya. Mereka berdualah yang mengasuh dan membesarkan saya,” katanya.

Setelah remaja, Melissa pernah beberapa kali mengunjungi ibunya. Kendati demikian, ia tidak pernah merasa nyaman untuk tinggal bersama dengan wanita tersebut. Belakangan, Melissa sadar bahwa hidup terpisah dari sang ibu merupakan pilihan terbaik baginya.

Meski nenek dan kakeknya mau bermurah hati untuk merawatnya, Melissa kecil tidak memperoleh banyak kesenangan seperti halnya anak-anak seusianya.

Tidak ada menonton film di bioskop apalagi mengikuti pesta bersama teman-temannya. Hari-hari Melissa lebih banyak dihabiskan dengan belajar di dalam kamar dan merenungkan apa yang harus ia lakukan untuk masa depannya.

Nenek dan kakeknya merupakan penganut Kristen. Namun demikian, keduanya tidak pernah pergi ke gereja. Padahal, ada sebuah gereja yang berdiri di seberang jalan rumah mereka.

Berbeda dengan nenek dan kakeknya, Melissa justru rutin menghadiri kebaktian di tempat ibadah tersebut. Bahkan, ia juga aktif terlibat dalam kelompok remaja Kristen.

Akan tetapi, entah mengapa, Melissa tidak pernah merasakan kebutuhan spiritualnya terpenuhi dengan pergi ke gereja. Begitu banyak pertanyaan tentang konsep keimanan dan ketuhanan Kristiani yang tidak pernah terjawab oleh akal apalagi terserap dalam hatinya. ''Saya merasa tidak berada di jalan yang benar,'' ujarnya. 

Sejak itulah pergulatan batin timbul dalam diri Melissa muda. Menurutnya, mencintai Tuhan tidak bisa dilakukan dengan keimanan yang buta. Cinta yang sejati kepada Sang Pencipta hanya bisa dicapai ketika seseorang telah mengenali Tuhannya.

Namun, Melissa benar-benar tidak mengerti dengan dogma trinintas yang diajarkan para pendeta kepadanya. Ia bahkan mengaku pernah sampai menangis dalam kamar dan berpikir akan masuk neraka akibat gagal memahami apa dan siapa itu Tuhan. ''Padahal, saya selalu punya keinginan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan dicintai oleh-Nya,'' kata Melissa.

Pada sebuah kesempatan, Melissa akhirnya mencoba mengikuti program pelatihan konselor untuk kegiatan kemah musim panas Kristen di daerahnya. Di situ, para kandidat konselor diberi materi tentang perbandingan agama, mulai dari Kristen, Buddha, Sikh, Yahudi, dan Islam.

Usai mengikuti kelas perbandingan agama tersebut, ada ketertarikan Melissa untuk mempelajari Islam lebih mendalam lagi. Ia pun mulai membaca beberapa buku yang berisi tentang agama yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW itu.

Setelah mempelajari Islam, Melissa mengungkapkan, akhirnya ia menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mengganjal dalam pikiran sebelumnya. ''Saya pun merasa seperti telah menemukan kembali sesuatu yang hilang dari hidup saya selama ini,'' ujarnya.

Akhirnya, Melissa pun urung meneruskan rencananya untuk menjadi konselor pada kemah musim panas Kristen. Itu lantaran ia telah memperoleh sesuatu yang jauh lebih istimewa, yakni hidayah Islam. ''Saya memutuskan menjadi seorang Muslimah sejak itu,'' katanya.

Bersyukur

Melissa mengaku sangat bersyukur karena Allah SWT telah memilihnya menjadi seorang Muslimah. Ia pun menyadari bahwa kasih sayang Allah selalu hadir di dalam kehidupannya selama ini. Pertama, Allah menyelamatkan Melissa dari pengaruh narkoba, yaitu dengan cara menyerahkan pengasuhannya kepada kakek dan neneknya.

Selanjutnya, dalam perjalanannya mencari Tuhan, Allah tetap membimbing Yassini kepada jalan yang benar. ''Alhamdulillah, semua itu termasuk cara Allah mempertemukan saya dengan Islam,'' ujarnya.

Ia berharap kisah ini dapat menginspirasi orang lain untuk mencari jalan menuju Allah.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

GoSumbar.com Model Majalah Playboy Bersyahadat karena Yakin Islam Melindungi dan Menghormati Perempuan, Begini Kisahnya
GoSumbar.com Uri Davis, Pemeluk Yahudi yang Memutuskan Mualaf dan Berjihad bersama Rakyat Palestina
GoSumbar.com April Fuller, Mahasiswi Sastra Inggris yang Jadi Muslimah karena Anggap Islam Rasional, Tak Goyah Meski Dituduh Kakeknya Teroris
GoSumbar.com Karyawati Toko Buku Jadi Mualaf Gara-gara Baca Islam for Dummies
GoSumbar.com Sarah Joseph, Jadi Mualaf Saat Remaja karena Terkesan Melihat Sujud dalam Shalat
GoSumbar.com Diusir Orangtuanya, Laura Kukuh Pertahankan Hidayahnya
GoSumbar.com Menangis Saat Dengar Azan, Pilot Cantik Ini Akhirnya Bersyahadat
GoSumbar.com Jasmine Crawford Bersyahadat karena Terpesona Isi Alquran yang Terjaga Kemurniannya
GoSumbar.com Sering Diskusi Agama dengan Teman Satu Kamar, Menuntun Katya Menjadi Muslimah dan Konsisten Berhijab
GoSumbar.com Tertekan dalam Kultur Seks Bebas, Camilla Leyland Memutuskan Jadi Muslimah Saat Usia 20 Tahun
GoSumbar.com Setelah Merahasiakan 3 Tahun, Politisi Jerman Pembenci Islam Akhirnya Mengakui Dirinya Mualaf
GoSumbar.com Kehilangan Beasiswa Gara-gara Mualaf, Begini Cerita Awal Ketertarikan Arnita Rodelina kepada Islam
GoSumbar.com Monica Bersyahadat Gara-gara Pertanyaan Putrinya Tentang Tuhan, Begini Kisahnya
GoSumbar.com Ustaz Ku Wie Han, Jadi Mualaf Setelah Baca Surat Al Ikhlas
GoSumbar.com Mark Shaffer, Pengacara Michael Jackson yang Bersyahadat Setelah Mengikuti Shalat Jumat
GoSumbar.com Luis Monteiro Memutuskan Mualaf Setelah Baca Surah Ali Imran Ayat 19 dan 85
GoSumbar.com Bersyahadat karena Menikahi Pria Muslim, Harti Tetap Muslimah Setelah Bercerai
GoSumbar.com Heran Dengar Umat Islam Selalu Ucapkan Alhamdulillah Menuntun Glenn Jadi Mualaf
wwwwww