Cerbung Bagian ke-72

Nikah Siri: Siti akan Cari Jalan Lain

Nikah Siri: Siti akan Cari Jalan Lain
Sabtu, 28 Januari 2017 20:01 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
DI MALL di bilangan jalan Soekarno-Hatta mereka menyelusuri sudut-sudut pertokoan. Sepertinya, Rizal memberikan kebebasan pada Siti mau beli apa saja. Sehingga yang jadi pembawa jalan adalah Siti. Sementara si kecil digendong Rizal. Keduanya layaknya pasangan suami isteri beranak satu. Mesra. Sesekali Siti meraih tangan Rizal dan saling bergandengan tangan.

Keduanya memang pasangan serasi. Rizal bertubuh kekar tampan dengan potongan rambut cepak. Sementara Siti bertubuh langsing dengan pinggul bagaikan biola serta wajah oval. Ditambah alis matanya yang hitam bagaikan semut beriring serta lesung pipit di kedua pipinya membuat dia bagaikan wanita yang rupawan dan sangat menawan.

Usai berbelanja, keduanya lalu menuju lantai bawah. Dan masuk ke sebuah restoran. Mereka memang biasa usai berbelanja akan singgah di situ untuk makan dan minum.

Namun disaat pelayan sedang mempertanyakan menu makan yang akan dipesan, mendadak masuk pasangan yang sangat dikenal keduanya. Rusman dan isterinya Ratna. Namun pasangan itu tak melihat kearah Rizal dan Siti yang duduk agak di pojok. Apalagi cahaya lampu agak temaram, sehingga tak jadi perhatian Rusman dan Ratna. Disamping itu banyak juga yang duduk di restoran itu.

Secara bersamaan memang Rizal dan Siti melihat kehadiran Rusman dan Ratna. Awalnya mereka sedikit agak terkesiap dan begitu terkejut. Namun sepertinya, Siti biasa saja. Rasa kejut itu hanya sesaat. Dia sepertinya sudah siap kapan dan bila saja jika harus bertemu dengan Rusman. Tak ada kekhawatirannya. Sebab dia merasa bahwa dia memang tak punya hubungan sekecil apa pun dengan Rusman.

''Gimana Siti...?'' Rizal yang sedikit agak risih juga dengan kehadiran Rusman dan Ratna yang duduk agak jauh di pojok ujung, mengajukan tanya.

''Biasa aja lah Bang... Kan bisa abang lihat sendiri. Kalau dia masih menganggap Siti isterinya kenapa dia tak pernah ngajak jalan seperti si Ratna itu...? jadi dia itu memang tak perduli dengan Siti. Dia hanya ingin anak Siti. Jadi untuk apa kita harus takut...? Tenang ajalah... bagi Siti, Rusman itu juga ngak ada apa-apa nya...'' ujar Siti untuk menenangkan perasaan Rizal. Dan Rizal sendiri sebaik mendengar jawaban ketegaran Siti itu agak tenang sedikit.

Siti melihat betapa mesranya lagi antara Rusman dan Ratna. Keduanya tertawa ceria dan sesekali bercanda. Siti tak merasa cemburu karena dia memang sejak awal sudah mati rasa terhadap Rusman. Hanya saja yang menjadi tanyanya mengapa Rusman itu tak mau menceraikannya. Seolah dirinya digantung tak bertali. Untunglah dia hanya menikah Siri. Jika menikah di KUA yang punya ikatan dan peraturan yang ketat terhadap kewajiban suami terhadap isteri. Duhhhh..., betapa kecewa dan sengsaranya badan.

''Siti bermaksud akan mengajukan lagi gugatan cerai, Biar posisi Siti jelas. Jika dia tak juga mau. Siti akan mencari jalan lain,'' kata Siti sedikit agak geram dengan sikap Rusman yang tak juga mau menceraikannya. Bagi Siti, tak cerai di Pengadilan Agama juga tak masalah. Karena dia tak tercatat di KUA. Dengan bicara saja pun jadi. Yang penting ada pengakuan cerai dari Rusman. Itu saja....!!! (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww